Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 30 AGUSTUS 2025 • 15:30 WIB

Opera Tosca oleh Puccini: Tragedi Perempuan dan Kritik Kekuasaan dalam Drama Musik Italia

Opera Tosca oleh Puccini: Tragedi Perempuan dan Kritik Kekuasaan dalam Drama Musik Italiasalah satu adegan dalam opera tosca via Opera House of original production:Teatro Costanzi - Teatro dell'Opera di Roma

INDOZONE.ID - Tosca adalah opera dalam tiga babak karya komposer Italia, Giacomo Puccini, yang ditayangkan perdana di Teater Costanzi, Roma, pada 14 Januari 1900.

Berdasarkan drama populer La Tosca (1887) karya penulis drama Prancis, Victorien Sardou, opera ini berkisah tentang intrik politik dan romansa di masa perang Napoleon.

Pada tahun 1889, Puccini yang baru berusia 30 tahun mengarahkan pandangannya pada drama Sardou, sebuah melodrama memilukan tentang cinta dan benci, gairah dan kematian, dengan latar belakang revolusi.

Para kritikus menyesalkan kekerasan dalam drama tersebut, tetapi masyarakat menyukainya. Puccini pun bertekad mendasarkan kekerasan itu pada sebuah opera.

Baca juga: Auguste van Pers: Seniman yang “Capture” Hindia Belanda Lewat Litograf

Opera ini berfokus pada kisah cinta dan nasib tragis seorang penyanyi opera bernama Floria Tosca, yang harus menghadapi tantangan besar dan pilihan sulit untuk menyelamatkan kekasihnya, Mario Cavaradossi.

Cerita Tosca dimulai ketika Mario, seorang pelukis dan kekasih Tosca, dituduh membantu seorang pelarian politik. Kepala polisi yang licik, Baron Scarpia, mencoba memanfaatkan situasi ini untuk memanipulasi Tosca.

Scarpia berhasrat padanya dan menawarkan untuk membebaskan Mario jika Tosca mau menyerahkan diri padanya.

Terperangkap dalam jebakan penuh dilema, Tosca memutuskan membunuh Scarpia demi menyelamatkan kekasihnya.

Namun, tragedi belum berakhir. Setelah membunuh Scarpia, Tosca mengetahui bahwa janji kebebasan yang diberikan Scarpia hanyalah tipuan.

Pada akhirnya, Mario dieksekusi, dan dalam keputusasaan, Tosca memilih mengakhiri hidupnya sendiri.

Opera ini ditutup dengan nada tragis dan penuh emosi, menunjukkan penderitaan mendalam serta perjuangan Tosca yang tidak sia-sia, meski penuh kepedihan.

Tosca menggambarkan karakter Baron Scarpia sebagai figur tirani yang memanipulasi serta mengintimidasi orang demi kekuasaan dan kepentingan pribadi. Kritik ini terasa relevan bahkan dalam konteks modern, menjadikan Tosca sebagai refleksi atas penyalahgunaan kekuasaan di berbagai era.

Puccini dikenal karena kemampuannya memadukan emosi dan suasana dalam musiknya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Britannica

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Opera Tosca oleh Puccini: Tragedi Perempuan dan Kritik Kekuasaan dalam Drama Musik Italia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!