Jumat, 24 APRIL 2026 • 15:37 WIB

Setara Yellowstone! Ilmuwan Temukan Cadangan Magma Raksasa 6.000 Km Kubik Tersembunyi di Tuscany

Author

Setara Yellowstone! Ilmuwan Temukan Cadangan Magma Raksasa 6.000 Km Kubik Tersembunyi di Tuscany (Freepik)

INDOZONE.ID - Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi cadangan magma raksasa yang tersembunyi jauh di bawah wilayah Tuscany, Italia.

Volume magma ini diperkirakan mencapai sekitar 6.000 kilometer kubik, jumlah yang disebut-sebut setara dengan sistem supervulkan terkenal seperti Yellowstone.

Melansir laman SciTech Daily, Jumat (24/04/2026) temuan ini membuka perspektif baru tentang bagaimana sistem vulkanik besar dapat tersembunyi tanpa tanda-tanda jelas di permukaan bumi.

Baca juga: Misteri Air Terjun Yellowstone yang Jadi Legenda Hingga Sekarang

Bagaimana Magma Tersembunyi Bisa Ditemukan?

Salah satu pertanyaan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana ilmuwan bisa mendeteksi magma yang berada sangat dalam, bahkan hingga 15 kilometer di bawah permukaan, tanpa adanya indikasi visual di atas tanah.

Jawabannya terletak pada metode bernama tomografi kebisingan ambien.

Teknik ini memanfaatkan getaran alami bumi yang sangat halus, seperti yang berasal dari gelombang laut, angin, hingga aktivitas manusia.

Getaran tersebut kemudian direkam menggunakan sensor seismik beresolusi tinggi yang dipasang di permukaan. Dalam penelitian ini, sekitar 60 alat digunakan untuk menangkap data secara akurat.

Ketika gelombang getaran tersebut bergerak melalui lapisan bumi, kecepatannya akan berubah tergantung pada material yang dilaluinya.

Jika gelombang bergerak lebih lambat dari biasanya, hal itu bisa menjadi indikasi adanya material cair, seperti magma.

Penemuan Cadangan Magma di Tuscany

Berdasarkan laman SciTech Daily, tim peneliti dari Universitas Jenewa (UNIGE), bersama Institut Geosains dan Sumber Daya Bumi (CNR-IGG) serta Institut Nasional Geofisika dan Vulkanologi (INGV), berhasil menemukan reservoir magma besar di bawah Tuscany.

Cadangan ini diperkirakan memiliki volume sekitar 6.000 km dan berada pada kedalaman antara 8 hingga 15 kilometer di dalam kerak bumi.

Menariknya, wilayah Tuscany memang dikenal memiliki aktivitas panas bumi. Namun, sebelumnya para ilmuwan tidak menyadari bahwa terdapat volume magma sebesar ini di bawahnya.

Baca juga: Siklus Batuan di Bumi: Perjalanan Panjang dari Magma Hingga Kembali Lagi ke Dalam Perut Bumi

Penelitian ini dipimpin oleh Matteo Lupi, yang menjelaskan bahwa temuan tersebut setara dengan sistem supervulkan besar di dunia, meskipun tersembunyi tanpa tanda-tanda mencolok di permukaan.

Tidak Menimbulkan Ancaman Saat Ini

Meskipun ukuran cadangan magma ini sangat besar dan secara teori dapat berperan dalam pembentukan supervulkan dalam jangka waktu geologis panjang, para peneliti menegaskan bahwa kondisi saat ini tidak menunjukkan adanya bahaya langsung.

Artinya, keberadaan magma tersebut masih stabil dan belum menunjukkan aktivitas yang mengarah pada letusan.

Hal ini berbeda dengan wilayah vulkanik aktif yang biasanya menunjukkan gejala seperti:

  • Pergerakan tanah
  • Emisi gas
  • Aktivitas seismik yang intens
  • Adanya kawah atau endapan vulkanik

Di Tuscany, tanda-tanda tersebut tidak terlihat secara signifikan, sehingga sistem ini tergolong tersembunyi.

Baca juga: Letusan Gunung, Magma, dan Empat Jenis Gunung Berapi

Perbandingan dengan Supervulkan Dunia

Selama ini, sistem magma raksasa biasanya ditemukan di wilayah yang sudah dikenal sebagai zona vulkanik aktif, seperti:

  • Yellowstone di Amerika Serikat
  • Danau Toba di Indonesia
  • Danau Taupo di Selandia Baru

Wilayah-wilayah tersebut memiliki indikator jelas di permukaan, sehingga memudahkan ilmuwan dalam mengidentifikasi keberadaan magma di bawahnya.

Namun, penemuan di Tuscany menunjukkan bahwa sistem serupa juga bisa ada tanpa tanda-tanda tersebut. Hal ini menjadi temuan penting dalam memahami struktur dalam bumi secara lebih luas.

Teknologi Pemetaan 3D yang Digunakan

Setelah data getaran dikumpulkan, para peneliti mengolahnya menjadi gambaran tiga dimensi dari struktur bawah tanah.

Proses ini memungkinkan ilmuwan melihat distribusi material di dalam kerak bumi secara lebih detail. Dengan teknik ini, mereka dapat mengidentifikasi lokasi dan ukuran reservoir magma dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Pendekatan ini dinilai lebih efisien karena:

  • Tidak memerlukan pengeboran langsung
  • Biayanya relatif lebih rendah
  • Dapat mencakup area luas dalam waktu singkat

Baca juga: Pulau Jabuka, Pulau Magnetik yang Terbentuk dari Letusan Magma

Penemuan cadangan magma raksasa di Tuscany menjadi bukti bahwa sistem vulkanik besar tidak selalu terlihat di permukaan. Dengan volume mencapai 6.000 km³, reservoir ini setara dengan supervulkan terkenal seperti Yellowstone.

Meski demikian, kondisi saat ini tidak menunjukkan adanya ancaman langsung. Justru, temuan ini membuka peluang besar dalam eksplorasi energi panas bumi dan sumber daya penting lainnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Scitech Daily

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU