Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 03 MARET 2026 • 14:00 WIB

Siklus Batuan di Bumi: Perjalanan Panjang dari Magma Hingga Kembali Lagi ke Dalam Perut Bumi

Siklus Batuan di Bumi: Perjalanan Panjang dari Magma Hingga Kembali Lagi ke Dalam Perut BumiIlustrasi Siklus Batuan di Bumi. (Foto: Freepik @brgfx)

INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu mikir, batu yang kita lihat di gunung, pantai, atau bahkan di jalanan itu sebenarnya punya “riwayat hidup”?

Yup, batuan di Bumi ternyata nggak diam selamanya. Mereka terus berubah, berpindah bentuk, bahkan bisa “lahir kembali” dalam proses yang disebut siklus batuan.

Materi geografi ini sering dianggap rumit, padahal kalau dipahami alurnya, justru seru banget.

Bayangin saja, dari magma panas di dalam perut Bumi, batu bisa membeku, hancur, berubah bentuk, lalu meleleh lagi. Prosesnya seperti lingkaran kehidupan versi geologi.

Dalam penjelasan yang dibagikan kanal edukasi YouTube @Guru Geografi, siklus batuan adalah proses alami yang berlangsung sangat lama, bahkan bisa jutaan tahun. Tapi walaupun lama, prosesnya berjalan terus tanpa henti sampai sekarang.

Supaya lebih kebayang, yuk kita telusuri perjalanan lengkap batuan dari awal terbentuk sampai kembali lagi ke titik awalnya!

Baca juga: Benda-benda Langit di Sekitar Kita: Dari Planet sampai Meteor yang Sering Disebut Bintang Jatuh

Awal Mula Semua Batuan Dari Magma

Semua cerita tentang batuan di Bumi dimulai dari magma. Magma adalah cairan panas yang berada jauh di dalam lapisan Bumi. Suhunya bisa mencapai ribuan derajat Celsius, dan di dalamnya terdapat berbagai mineral yang masih dalam keadaan cair.

Ketika magma naik ke bagian yang lebih dingin, ia mulai mendingin dan mengeras. Proses pendinginan ini disebut kristalisasi. Dari sinilah batuan beku terbentuk.

Kalau magma membeku di dalam perut Bumi sebelum mencapai permukaan, terbentuklah batuan beku dalam. Pendinginannya lambat, sehingga kristalnya besar dan mudah terlihat. Contohnya granit.

Sebaliknya, jika magma keluar sebagai lava lalu membeku di permukaan, terbentuk batuan beku luar. Pendinginannya cepat, sehingga kristalnya kecil. Contohnya basalt atau andesit. Di titik ini, batuan baru saja “lahir”. Tapi perjalanan mereka belum selesai.

Batuan Beku yang Mulai Mengalami Perubahan

Setelah terbentuk, batuan beku bisa saja muncul di permukaan karena aktivitas tektonik atau erosi lapisan di atasnya. Saat sudah berada di permukaan, batuan mulai menghadapi “tantangan hidup” dari lingkungan sekitar.

Angin, hujan, perubahan suhu, air, bahkan akar tumbuhan bisa menghancurkan batuan perlahan-lahan. Proses ini disebut pelapukan.

Pelapukan bisa terjadi secara fisik, kimia, maupun biologis. Misalnya batu retak karena panas dan dingin, larut karena air hujan, atau pecah karena akar tanaman yang tumbuh di celahnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Siklus Batuan di Bumi: Perjalanan Panjang dari Magma Hingga Kembali Lagi ke Dalam Perut Bumi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!