Ilustrasi Siklus Air di Bumi. (photo/Ilustrasi/Pexels/Matt Hardy)
INDOZONE.ID - Pernah kepikiran nggak sih, kenapa air di Bumi nggak pernah habis padahal kita pakai tiap hari?
Dipakai mandi, minum, nyiram tanaman, sampai industri besar, tapi tetap saja air selalu tersedia. Rahasianya ada pada satu sistem alami yang super keren: siklus air atau siklus hidrologi.
Bumi memang dikenal sebagai planet biru karena sekitar 71 persen permukaannya tertutup air. Tapi menariknya, sebagian besar air itu air asin dari laut.
Air tawar yang bisa langsung digunakan manusia jumlahnya jauh lebih sedikit. Meski begitu, alam punya cara pintar untuk “mengolah ulang” air agar terus bisa digunakan makhluk hidup.
Melalui penjelasan edukatif dari kanal YouTube/FENDRA NUGROHO, siklus air digambarkan sebagai perjalanan panjang air dari permukaan Bumi ke atmosfer, lalu kembali lagi ke daratan. Proses ini berlangsung terus menerus tanpa henti.
Supaya lebih kebayang, yuk kita ikuti perjalanan seru setetes air dari awal sampai kembali lagi ke Bumi!
Baca juga: Kisah Ajian Semar Nangis: Ketika Cinta Dipaksa, Air Mata Jadi Harga yang Harus Dibayar
Air di planet ini sebenarnya selalu bergerak. Ia bisa berubah bentuk dari cair menjadi gas, lalu kembali lagi menjadi cair. Bahkan bisa tersimpan di dalam tanah, es, atau mengalir sebagai sungai. Semua pergerakan itu adalah bagian dari siklus air.
Siklus ini membuat air terus berputar dari laut ke udara, dari udara ke darat, lalu kembali lagi ke laut. Prosesnya berulang tanpa akhir.
Tanpa siklus air, kemungkinan besar kehidupan di Bumi nggak akan bisa bertahan seperti sekarang.
Tahap pertama dalam siklus air adalah evaporasi atau penguapan. Ini terjadi ketika air di permukaan Bumi berubah menjadi uap air akibat panas matahari.
Sumber evaporasi paling besar berasal dari laut karena luasnya sangat besar. Tapi penguapan juga terjadi di danau, sungai, kolam, bahkan genangan air kecil.
Saat terkena panas, molekul air bergerak lebih cepat dan akhirnya berubah menjadi gas. Gas inilah yang naik ke atmosfer. Semakin panas cuaca, semakin cepat proses penguapan terjadi.
Selain dari permukaan air, penguapan juga terjadi dari tumbuhan. Proses ini disebut transpirasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube