Ilustrasi air. (photo/Ilustrasi/Pexels/Matt Hardy)
INDOZONE.ID - Air merupakan unsur paling penting bagi kehidupan di Bumi. Kehadiran air memungkinkan terbentuknya lautan, turunnya hujan, tumbuhnya tumbuhan, hingga keberlangsungan hidup manusia.
Namun, para ilmuwan sejak lama masih terus meneliti satu pertanyaan besar: sebenarnya dari mana air di Bumi berasal? Hal ini menjadi menarik karena Bumi terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu dalam keadaan sangat panas, sehingga keberadaan air dalam jumlah melimpah seperti sekarang tampak sulit dijelaskan.
Saat ini, sekitar 71% permukaan Bumi dipenuhi oleh air. Para ahli meyakini bahwa air di planet ini berasal dari berbagai sumber dan proses yang terjadi pada masa awal pembentukan Bumi, baik yang berasal dari dalam planet maupun dari benda-benda luar angkasa.
Baca juga: Kenapa Bumi Didominasi Air? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Oleh karena itu, asal-usul air di Bumi menjadi salah satu topik ilmiah yang sangat menarik untuk dipelajari lebih dalam. Yuk, simak lima ulasannya berikut ini!
Pada masa awal pembentukan Tata Surya, daerah yang berada dekat dengan Matahari, termasuk wilayah tempat Bumi terbentuk—memiliki suhu yang sangat panas.
Kondisi tersebut membuat es tidak dapat bertahan, sementara uap air yang ada kemungkinan besar menguap lalu terlepas ke angkasa.
Bumi terbentuk dari kumpulan material kecil yang dikenal sebagai planetesimal. Material ini diperkirakan berasal dari lingkungan yang cenderung kering.
Meski demikian, penelitian terhadap isotop hidrogen pada air laut saat ini menunjukkan bahwa unsur-unsur pembentuk air kemungkinan sudah hadir sejak proses awal terbentuknya Bumi, walaupun jumlahnya masih sangat sedikit.
Bisa jadi sebagian air di Bumi berasal dari dalam planet itu sendiri. Pada masa awal, Bumi memiliki lautan magma dengan suhu lebih dari 4.000 Kelvin. Dalam kondisi tekanan tinggi, hidrogen dapat larut dalam magma.
Hidrogen ini kemudian merespons dengan oksigen dalam mineral untuk membentuk air. Meteorit jenis enstatite chondrite, yang komposisinya mirip dengan mantel Bumi—mengandung cukup hidrogen untuk menghasilkan air hingga tiga kali volume lautan saat ini jika dilepaskan.
Selain itu, mineral dalam mantel, seperti ringwoodite dan wadsleyite mampu menyimpan hidrogen dan oksigen.
Melalui aktivitas geologi seperti konveksi dan letusan gunung berapi, air dari dalam Bumi perlahan dilepaskan ke permukaan dalam proses yang disebut outgassing.
Selain berasal dari proses internal Bumi, air juga diduga datang dari luar angkasa melalui tumbukan asteroid.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Euro News, Science News