INDOZONE.ID - Pernahkah terlintas di benakmu mengapa biru menjadi warna dominan Bumi saat dipandang dari kejauhan? Jawabannya terletak pada fakta bahwa perairan menyelimuti hampir 71% luas permukaan planet kita, menyisakan hanya 29% bagi daratan.
Komposisi ini bukanlah terjadi secara acak, melainkan sebuah simfoni panjang dari evolusi geologi dan tarikan gravitasi sejak masa awal pembentukan Bumi.
Secara alami, bentang alam ini tercipta karena air akan selalu mengalir dan menetap di cekungan terdalam, sementara kerak bumi yang lebih ringan perlahan terangkat membentuk daratan yang kita pijak.
Baca juga: Menguak “Sup Purba”, Teori Bumi 'Memasak' Primordial Soup sebagai Awal Kehidupan di Bumi
Fenomena ini menciptakan kontras antara samudra yang dalam dan benua yang menjulang. Mari kita telusuri lebih jauh alasan ilmiah di balik dominasi elemen air atas daratan di planet ini.
Perbandingan luas antara lautan dan daratan di Bumi cukup mencolok, yakni 361 juta berbanding 149 juta kilometer persegi.
Meski Bumi kaya akan air, sebanyak 97% merupakan air asin, dan dari 3% cadangan air tawar yang ada, sebagian besarnya tidak dapat langsung dikonsumsi karena tersimpan di dalam gletser (68%) serta di bawah tanah (30%).
Hanya sebagian kecil yang tersedia di permukaan seperti sungai dan danau. Fenomena melimpahnya air di permukaan ini dipengaruhi oleh gravitasi yang mengarahkan air untuk mengisi wilayah-wilayah rendah atau cekungan hasil pergerakan geologi Bumi.
Perbedaan komposisi batuan menjadi alasan utama mengapa daratan tidak menutupi seluruh permukaan planet.
Kerak benua yang tersusun dari granit bersifat lebih ringan dan tebal, sehingga posisinya lebih menonjol ke atas.
Sebaliknya, dasar laut terbentuk dari batuan basalt yang lebih berat dan tipis, yang kemudian amblas lebih dalam membentuk cekungan.
Dinamika berat dan ketebalan inilah yang menciptakan struktur wadah alami bagi lautan, sehingga air selalu berkumpul di area dasar samudra yang lebih rendah.
Secara volumetrik, air di Bumi lebih mendominasi dengan total 1,335 miliar kilometer kubik dibandingkan kerak daratan yang hanya 1,067 miliar kilometer kubik.
Hal ini didorong oleh fakta bahwa kedalaman rata-rata samudra (3,7 km) jauh lebih besar daripada rata-rata ketinggian daratan yang hanya 0,84 km.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: National Oceanic And Atmospheric Administration