Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 22 APRIL 2026 • 17:53 WIB

Dampak Ikan Sapu-Sapu di Alam Liar: Hama Ekosistem Air yang Gak Ada Predator-nya

Dampak Ikan Sapu-Sapu di Alam Liar: Hama Ekosistem Air yang Gak Ada Predator-nyaIkan sapu-sapu. (Gemini AI)
INDOZONE.ID - Ikan Hypostomus plecostomus atau yang lebih dikenal sebagai ikan sapu-sapu selama ini populer di kalangan pecinta akuarium. Kemampuannya memakan alga membuatnya dianggap sebagai “pembersih alami”. Namun, di balik peran tersebut, para peneliti mulai menyoroti dampak serius yang muncul ketika ikan ini dilepas ke perairan bebas.

Temuan ini salah satunya diangkat dalam jurnal ilmiah berjudul “The Environmental Impact of Hypostomus plecostomus: Assessing the Potential Harm to Water Species” yang ditulis oleh Maruf Adnan dari Bangladesh Agricultural University. Penelitian tersebut menegaskan bahwa ikan sapu-sapu telah menjadi spesies invasif di berbagai wilayah dunia.

Menurut studi tersebut, kemampuan adaptasi yang tinggi membuat ikan ini mampu bertahan di lingkungan dengan kualitas air yang buruk sekalipun. Hal ini memungkinkan Hypostomus plecostomus berkembang biak dengan cepat dan mendominasi habitat baru, sehingga menggeser spesies asli.

Baca juga: Populasi Meledak, Ikan Sapu-Sapu Ancam Kelestarian Sungai Jakarta

Dampaknya, keseimbangan ekosistem perairan dapat terganggu dan keanekaragaman hayati menurun.

Salah satu dampak utama yang diidentifikasi adalah perubahan dinamika habitat. Kebiasaan ikan ini mengikis alga dari permukaan tidak hanya memengaruhi ketersediaan makanan, tetapi juga merusak tanaman air serta organisme kecil lainnya.

 Perubahan pada substrat dasar perairan bahkan dapat mengurangi tempat berlindung bagi spesies lain, sehingga memperbesar tekanan ekologis.

Selain itu, penelitian tersebut juga menyoroti persaingan sumber daya sebagai masalah serius. Ikan sapu-sapu mampu mengonsumsi detritus dan alga dalam jumlah besar, yang pada akhirnya mengurangi ketersediaan makanan bagi ikan lokal. Kondisi ini dapat memicu perubahan pada rantai makanan dan berdampak pada populasi serta keragaman spesies di suatu perairan.

Tak hanya itu, potensi penularan penyakit juga menjadi perhatian. Sebagai spesies introduksi, ikan ini dapat membawa patogen baru yang belum pernah ada di lingkungan tersebut. Masuknya penyakit baru berisiko mengancam kesehatan ikan lokal dan memperburuk kondisi ekosistem secara keseluruhan.

Baca juga: Kenapa Lumba-lumba Bukan Ikan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Secara umum, penelitian ini menegaskan bahwa pelepasan ikan akuarium ke alam bebas bukanlah tindakan yang tanpa konsekuensi. Meski memiliki nilai ekonomi dan fungsi praktis, keberadaan ikan sapu-sapu di alam liar justru dapat menimbulkan kerusakan ekologis yang signifikan.

Karena itu, para peneliti menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak sembarangan melepas ikan ke lingkungan alami. Selain itu, diperlukan strategi pengelolaan yang lebih efektif untuk mengendalikan penyebaran spesies invasif, agar keseimbangan ekosistem perairan tetap terjaga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jurnal, Research Gate

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dampak Ikan Sapu-Sapu di Alam Liar: Hama Ekosistem Air yang Gak Ada Predator-nya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!