Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 05 MEI 2024 • 16:28 WIB

Fakta Menarik Tradisi Upacara Perkawinan Suku Tidung, Ada Ritual Memanggil Arwah dan Pengobatan Badewa

Fakta Menarik Tradisi Upacara Perkawinan Suku Tidung, Ada Ritual Memanggil Arwah dan Pengobatan BadewaIlustrasi pernikahan Suku Tidung. (Instagram/sewabajudaerah34provinsi)

INDOZONE.ID - Suku Tidung adalah salah satu suku yang mendiami pulau Kalimantan, tepatnya di Kalimantan Utara dan menyebar di kota Malinau, Tarakan, Berau, termasuk di daerah Sabah, Malaysia. Suku Tidung merupakan sub dari suku Dayak Murut dan merupakan salah satu dari suku terbesar yang tinggal di Kalimantan Utara.

Terdapat cerita menarik mengenai asal mula suku Tidung yang dulunya bermukim di wilayah pesisir dan menganut agama Islam. Kendati namanya diambil dari kata tiding atau tideng artinya gunung atau bukit.

Suku Tidung mempunyai pergerakan yang dinamis. Kedinamisan ini membuat Suku Tidung mendapat banyak pengaruh dari luar, terutama dari pelaut dan pedagang muslim. Sehingga, kini hampir semua orang Tidung beragama Islam.

Baca Juga: Sejarah Tunjangan Hari Raya yang Jadi Tradisi Saat Lebaran: Protes Buruh dan Strategi Politik Orde Lama

Meskipun suku Tidung merupakan sub dari suku Dayak, namun kepercayaan mereka berbeda.

Walaupun mayoritas sudah beragama Islam, kepercayaan adanya roh leluhur merupakan salah satu konsep megalitik yang dikenal oleh Suku Tidung hingga kini.

Ada yang dikenal dengan ritual memanggil arwah di Batu Lumampu, membayar nazar di Batu Lumampu dan Batu Kelangkang, serta ritual pengobatan Badewa oleh tokoh adat.

Rangkaian Upacara perkawinan suku Tidung

Suku Tidung di Kalimantan Utara mempunyai tradisi perkawinan yang menarik, yang memiliki ciri khas berbeda dari suku-suku yang ada di Indonesia.

Rangkaian upacara perkawinan suku Tidung antara lain:

1. Beseruan

Beseruan adalah tradisi yang dilakukan setelah dirasa ada kecocokan antara pria dan wanita. Prosesi lamaran oleh pihak pria kepada wanita dengan pihak dari keluarga pria mendatangi keluarga pihak wanita.

Baca Juga: Seraung, Topi Tradisional Mirip Caping Khas Suku Dayak Kalimantan yang Jadi Simbol Kebanggaan dan Persatuan

Selama proses beseruan pembicaraan tuan rumah tidak akan memberikan hidangan kepada keluarga pria, ketika mendapatkan kata sepakat barulah hidangan akan diberikan kepada keluarga pria yang menandakan lamaran diterima.

2. Ngatod De Pulut

Ngantod de pulut yang berarti mengantar mas kawin. Mas kawin ini hasil dari kesepatan pada saat beseruan. Hal ini menjadi kewajiban untuk di penuhi oleh calon mempelai pria untuk diantar kerumah calon mempelai wanita.

3. Kawin Suruk

Acara ini merupakan akad nikah atau peresmian pernikahan. Di dalam acara kawin suru atau akad nikah sebelum mempelai pria masuk kedalam rumah ia akan melakukan tradisi dimana mempelai pria diberikan dua wadah atau tempat yang satunya berisi beras berwarna kuning yang bermakna rezeki dan yang wadah satunya berisi air yang bermakna kesejukan dalam berumah tangga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Direktorat Pai, Wawancara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Fakta Menarik Tradisi Upacara Perkawinan Suku Tidung, Ada Ritual Memanggil Arwah dan Pengobatan Badewa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!