Kisah Pelorus Jack, Lumba-lumba Baik yang Justru Tewaskan 75 Orang Karena 'Sakit Hati' dengan Manusia
INDOZONE.ID - Sejak dulu, Lumba-lumba terkenal sebagai hewan laut yang bersahabat, bahkan baik hati untuk membantu manusia.
Kisah nyata lumba-lumba yang bersahabat dengan manusia ini adalah kisah Pelorus Jack.
Awal mula nama itu diberikan kepada lumba-lumba tersebut berdasarkan Pelorus Sound, yang di mana tempat lumba-lummba tersebut mulai menemani kapal.
Dikutip dari grunge.com, lumba-lumba tersebut adalah spesies Risso, yaitu seekor spesies lumba-lumba yang langka di sekitar Selandia Baru.
Diketahui, lumba-lumba Risso sendiri tercatat hanya ada 12 ekor di sekitar wilayah tersebut.
Pelorus menemani perjalanan kapal tersebut ke Pulau D'Urville dan Pulau Selatan, lebih dari 24 tahun.
Baca Juga: Melihat Sejarah Stasiun Bogor, Dibangun Belanda untuk Angkut Hasil Kebun
Selama memandu kapal-kapal melewati Cook Strait tersebut, Pelorus tetap dekat dengan kapal selama sekitar 20 menit.
Sikap Pelorus menuai banyak perdebatan, apakah lumba-lumba itu benar-benar memandu kapal atau sekadar berenang, dan bermain dengan kapal-kapal tersebut.
Namun, ada juga yang menyebutkan bahwa selat itu rumah bagi Pelorus Jack.
Hebatnya, atas bimbingan dari Pelorus kapal tersebut terhindar dari kecelakaan kapal kram, atau kecelakaan akibat bebatuan dan arus berbahaya di wilayah berbahaya tersebut.
Namun, hingga kini lumba-lumba Risso berwarna putih itu tak diketahui memiliki jenis kelamin jantan maupun betina.
Tetapi berdasarkan hasil analisis foto menunjukkan bahwa ia berjenis kelamin laki-laki. Sebab, lumba-lumba jantan cenderung memiliki badan lebih besar daripada betina.
Pelorus Terkenal Sebagai Lumba-Lumba Baik Hati
Kisah mengenai Pelorus Jack telah tersebar ke seluruh dunia, sehingga membuat lumba-lumba tersebut menjadi hewan populer hingga saat ini.
Menurut Culture Trip, penulis Mark Twain dan Frank T. Bullen, hanya segelintir selebriti yang ingin bertemu dengan lumba-lumba tersebut.
Walaupun banyak yang menemui Pelorus Jack, namun tidak semua orang sayang dengan lumba-lumba baik hati itu.
Pelorus Jack Hampir Mati Tertembak Oleh Manusia
Pada awal tahun 1900-an, seseorang menembaki Pelorus dari atas kapal SS Penguin.
Untungnya tembakan tersebut tidak mengenai Pelorus Jack, dan sebelum ia menembaki Pelorus Jack lagi ia sudah di sita senjatanya.
Dari insiden ini banyak warga lokal di wilayah tersebut menuntut, agar Pelorus Jack dilindungi oleh hukum menyebabkan dikeluarkannya perintah dewan tahun 1904 (diperbarui dua kali sebelum ia meninggal), berdasarkan Undang-Undang Perikanan Laut tahun 1894 dan Undang-Undang Perikanan tahun 1908.
Namun, sayangnya perintah perlindungan ini tidak sah, karena tidak ada undang-undang yang mencakup mamalia laut selain anjing laut.
Baca Juga: Kapal Uap Abad ke-19 di Nusantara: Jembatan Laut Penghubung Pulau dan Kolonialisme
Pelorus Jack Diduga Bales Dendam
Meskipun hal ini tidak menghalangi Pelorus Jack untuk mengawal kapal, ia menjauh dari SS Penguin saat kembali ke daerah tersebut.
Penghindarannya terhadap kapal itu menyebabkan kapalnya karam di perairan tersebut, pada tahun 1909.
Peristiwa ini menyebabkan 75 orang tewas, dan hanya 30 orang yang selamat, dari total 105 penumpang kapal tersebut.
Misteri Kematian Pelorus Jack
Misteri menyelimuti kematian Pelorus Jack. Banyak yang percaya bahwa ia ditombak oleh pemburu paus Norwegia yang berlabuh di pintu masuk Pelorus Sound pada akhir April 1912.
Namun, ada kisah lain dari seorang pria yang mengatakan bahwa ia telah membantu ayahnya membunuh seekor lumba-lumba yang terdampar di tepi laut.
Banyak orang yang mengira bahwa itu adalah Pelorus Jack. Tetapi kemungkinan besar lumba-lumba tersebut telah mati karena usianya sudah tua.
Legenda Pelorus Jack tetap hidup setelah kematiannya. Sebuah cokelat batangan diberi nama menurut namanya dan ia menjadi subjek sejumlah lagu.
Penulis: Hilwah Nur Puspitawati
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Explorersweb.com, Teara.govt.nz, Grunge.com