INDOZONE.ID - Pramoedya Ananta Toer (1925-2006) adalah salah satu sastrawan terbesar Indonesia.
Hidupnya penuh tekanan politik, penahanan, dan pengawasan ketat, namun ia tetap gigih berkarya.
Lebih dari 50 buku berhasil ia tulis, termasuk beberapa yang belum diterbitkan.
Pram—begitu ia sering dipanggil—pernah merasakan dinginnya penjara dalam tiga masa: zaman Belanda, Orde Lama, dan Orde Baru.
Baca Juga: Menguak Makna Simbolis Mistis di Balik Ritual Adang di Keraton Surakarta
Salah satu alasan penahanannya adalah tulisannya yang membela kaum Tionghoa pada masa Orde Lama dan tuduhan keterlibatan dalam G30S/PKI pada Orde Baru.
Tetap Menulis di Tengah Penjara
Meski hidupnya penuh tekanan, semangat Pram untuk menulis tak pernah padam. Salah satu karya terkenalnya, Tetralogi Buru, lahir saat ia dipenjara tanpa pengadilan di Pulau Buru.
Tetralogi ini terdiri dari Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca.
Baca Juga: Kisah Pilu Mary Ann Bevan, Wanita yang Dijuluki 'Terjelek' Demi Anak-anaknya
Melalui kisah Minke, yang terinspirasi dari tokoh pers nasional Tirto Adhi Soerjo, Pram menyampaikan kritik tajam terhadap kolonialisme Belanda dan semangat kebangkitan nasional.
Salah satu kutipan ikonik dari Minke dalam Bumi Manusia berbunyi, "Saya hanya menjadi manusia bebas, Bu. Tidak diperintah dan tidak memerintah."
Kalimat ini mencerminkan perjuangan Pram untuk kebebasan dan hak asasi manusia.
Pengakuan Internasional dan Adaptasi Film
Karya-karya Pramoedya diterjemahkan ke lebih dari 42 bahasa dan mendapat banyak penghargaan internasional.
Bahkan, seorang sutradara Hollywood pernah menawarkan adaptasi film Bumi Manusia, namun Pram menolak. Ia berharap adaptasi tersebut dikerjakan oleh sineas Indonesia.
Harapan itu terwujud pada 2019, ketika Bumi Manusia diadaptasi oleh Falcon Pictures dan dirilis pada 15 Agustus.
Film ini memperkenalkan karya Pram kepada generasi baru dan memperkuat posisinya sebagai salah satu sastrawan paling berpengaruh di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medium