Senin, 04 NOVEMBER 2024 • 21:00 WIB

Legenda dan Realitas : Dinasti Xia sebagai Dinasti Tertua di Tiongkok

Author

Ilustrasi Dinasti Xia

INDOZONE.ID - Dinasti Xia, yang diperkirakan berdiri sekitar 2070 hingga 1600 SM, diakui sebagai dinasti tertua di Tiongkok. Namun, banyak sejarawan meragukan keberadaan dinasti ini. Dinasti ini berlokasi di sepanjang Sungai Huang He, atau yang lebih dikenal sebagai Sungai Kuning, yang sering dilanda banjir.

Meskipun terdapat beberapa temuan arkeologis yang sesuai dengan legenda Dinasti Xia, bukti-bukti konkret masih tergolong sedikit. Menurut legenda, Yu yang Agung adalah pendiri dinasti ini yang terkenal karena kemampuannya mengatasi banjir di Sungai Kuning. Tindakan luar biasa Yu, melalui pembangunan sistem kanal, membuatnya sangat dihormati dan diakui sebagai penguasa pertama Dinasti Xia.

Putranya, Qi, meneruskan kepemimpinan dan mulai menegakkan tradisi suksesi dinasti. Namun, setelah kepergian Yu, Dinasti Xia mulai mengalami kemunduran. Pada masa ini, baju besi diperkenalkan untuk digunakan dalam pertempuran, sementara pemimpin dinasti, seperti Shao Kang, dikenal sebagai penguasa yang kompeten. Sebaliknya, pemimpin seperti Tai Kang dan Jie, yang memerintah pada periode 1728 SM hingga 1675 SM, dicatat sebagai pemimpin yang buruk, dengan Jie dianggap sebagai tiran yang akhirnya digulingkan oleh Tang, yang kemudian memulai Dinasti Shang.

Baca Juga: Sejarah Dinasti Xia, Masa Kejayaan Dinasti Pertama Tiongkok dan Keruntuhannya

Keberadaan Dinasti Xia awalnya dianggap sebagai mitos karena kurangnya bukti historis yang mendukung narasi tersebut. Sebagian menganggap bahwa dinasti ini adalah hasil narasi politik sejarawan Sima Qian, yang mengemukakan konsep "Mandat Surga," di mana penguasa harus memerintah dengan baik untuk mempertahankan mandatnya.

Pada tahun 1960-an dan 1970-an, bukti arkeologis yang diyakini berasal dari Dinasti Xia ditemukan di provinsi Henan. Temuan ini mencakup istana dan rumah berdinding empat yang sejalan dengan legenda. Salah satu situs penting adalah Erlitou, yang diperkirakan berusia sekitar 4.000 tahun berdasarkan penelitian karbon. Erlitou dianggap sebagai kota besar pada masa Dinasti Xia, dengan dikelilingi tembok tanah, serta perumahan bangsawan dan petani. Temuan di situs ini juga mencakup tempat pengecoran perunggu.

Populasi di Erlitou diperkirakan mencapai 22.000 jiwa, dengan banyak artefak arkeologis seperti alat dari perunggu, keramik, giok, senjata, dan alat musik. Meskipun banyak yang percaya bahwa Erlitou adalah ibu kota Dinasti Xia, ada juga pandangan bahwa situs ini hanya merupakan pusat kebudayaan.

Baca Juga: Jejak Ramalan dan Kekuatan Houmuwu Ding, Bejana Perunggu dari Era Dinasti Shang

Meski ada temuan tersebut, hingga kini tidak ada bukti tertulis yang mengonfirmasi bahwa bangunan-bangunan di Erlitou berasal dari Dinasti Xia. Perdebatan tentang keberadaan dinasti ini masih terus berlanjut di kalangan sejarawan hingga saat ini.

Banner Z Creators Undip.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: World History

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU