Senin, 21 OKTOBER 2024 • 16:53 WIB

Fakta di Balik Pria Dipenjara 28 Tahun meski Tak Bersalah: Masuk Jeruji Besi karena Mimpi Seorang Wanita!

Author

Clarence Moses-El.

INDOZONE.ID - Penjara adalah tempat untuk menghukum orang-orang yang telah melakukan kejahatan. Akan tetapi, bagaimana jika orang tidak bersalah justru masuk dalam penjara?

Pertanyaan itu bisa kamu ajukan kepada Clarence Moses-El. Sebab, dia dihukum penjara 48 tahun pada 1987 atas tuduhan penyerangan dan pemerkosaan yang tidak dilakukannya.

Moses pun melawan tuduhan tersebut demi mendapatkan kebebasan menghabiskan 28 tahun hidupnya di dalam penjara sebelum akhirnya bebas.

Nasib Apes Clarence Moses-El Bermula dari Mimpi

Clarence Moses-El.

Kisah menyedihkan ini berawal dari seorang wanita berumur 23 tahun, yang menghabiskan malam dengan minum bir, pada 16 Agustus 1987.

Setelah itu, dia pulang ke apartemennya, di Denver, pada pukul 02.00 waktu setempat. Lalu, kejadian tidak mengenakkan menimpa wanita tersebut.

Seorang pria menyerang, lalu memperkosa wanita itu. Pelaku baru pergi setelah sang wanita pura-pura tertidur.

Lalu, wanita itu pergi ke rumah saudaranya perempuannya untuk meminta tolong. Tak lama berselang, polisi dan ambulans hadir untuk menolong. 

Baca Juga: 5 Kasus Hukuman Penjara Terlama di Sepanjang Sejarah

Dia pun dibawa ke rumah sakit karena menderita enam patah tulang di wajahnya. Bahkan, wanita ini harus kehilangan penglihatan di salah satu matanya.

Saat polisi bertanya tentang pelaku di rumah sakit, wanita itu menyebut tiga pria yang minum bersamanya tadi, yakni L.C. Jackson, Earl, Darnell. Mereka disebut karena berperawakan mirip dengan pria yang menyerangnya.

Wanita ini memang tidak bisa memastikan secara pasti wajah pelaku. Sebab, kejadian nahas yang menimpanya terjadi dalam kondisi gelap dan lampu mati.

Namun, keterangan wanita itu berubah satu setengah hari kemudian. Karena memimpikan peristiwa nahas yang menimpanya, dia mengaku tahu pelaku penyerangan dan pemerkosaan tersebut.

Wanita itu menyebut seorang pria yang dikenalnya dengan panggilan Bubbles, yakni Moses. Moses, yang kala itu berumur 31 tahun, ditangkap atas tuduhan penyerangan seksual, penyerangan tingkat dua, dan perampokan.

ilustrasu penjara (freepik)

Bersikukuh Tidak Bersalah

Namun, Moses berikukuh untuk membuktikan ketidakbersalahannya. Meski begitu, perjuangannya menemui jalan buntu karena berbagai hal.

Ambil contoh, seorang analis laboratorium kriminal tidak dapat mengecualikan Moses sebagai sumber air mani. Perlu diketahui, analis ini melakukan pengujian golongan darah pada alat tes pemerkosaan.

Selain itu, ada keterangan dari Jackson, yang sebelumnya disebutkan sebagai salah satu terduga pelaku, juga memberatkan Moses. Dia bersaksi, bahwa minum bir bersama korban pada malam hari di rumah pacarnya.

Baca Juga: Kisah Tragis Cyntoia Brown, Dapat Vonis Hukuman Penjara Seumur Hidup saat masih Berumur 16 Tahun

Namun, saksi lain menyatakan Moses ada di rumah saat penyerangan itu terjadi. Meski begitu, Moses tetap dihukum 48 tahun penjara pada 7 April 1988.

Moses tidak menyerah. Dia bahkan mengajukan tes DNA setelah mengumpulkan sumbangan dari para narapidana lain di penjara. Dia pun mendapatkan perintah pengadilan agar bukti biologis diawetkan dan diserahkan.

Sayangnya, beberapa pekan kemudian, Kepolisian Denver justru membuang kotak berisi alat perkosaan, sprei, dan bukti fisik lainnya ke tempat sampah, meskipun diberi label "JANGAN DIHANCURKAN”.

Upaya Moses pun menemui titik buntu lagi.

Mulai Temui Titik Terang

Pada 2005, tes DNA dalam kasus penyerangan dan pemerkosaan lain merujuk pada Jackson sebagai. Dia pun dihukum atas kasus tersebut.

Lokasi kejadian penyerangan dan pemerkosaan dengan pelaku Jackson, ada di dekat kasus yang membuat Moses dipenjara. Meski begitu, Kantor Kejaksaan Distrik Denver menolak untuk menyelidiki ulang kasus Moses.

Selang tujuh tahun, Jackson mengirim surat kepada Moses perihal kasus yang terjadi pada 1987. Setelahnya, pengacara Moses bertemu dengan Jackson yang mengakui telah melakukan tindakan jahat pada malam nahas di 1987.

Atas dasar itu, Moses pun mengajukan mosi persidangan ulang untuk bebas dari penjara hingga membersihkan nama baiknya.

Namun, usaha Moses hampir berujung pilu lagi saat Jackson justru menarik kesaksiannya saat diwawancara oleh pengacara di Kantor Kejaksaan Distrik Denver mewawancarai Jackson di penjara.

Untungnya, saat sidang pembuktian terhadap mosi Moses pada 2015, Jackson mengakui telah memperkosa dan memukul korban. 

Pacar Jackson pun memperkuat kesaksian sang kekasih. Dia bilang, bahwa Jackson pergi dari rumahnya dalam periode penyerangan pada malam nahas tersebut.

Clarence Moses-El.

Lalu, pengujian serologis dari sampel air liur Jackson pun terbukti sesuai dengan golongan darah dari analisis tes pemerkosaan.

Pada Desember 2015, Hakim Distrik Denver County Kandace Gerdes membatalkan hukuman Moses dan memberinya persidangan ulang. Pada 22 Desember 2015, Moses dibebaskan dengan jaminan.

Baca Juga: Ketika Penjara Alcatraz Berhasil dijebol oleh 3 Narapidananya, Kejadiannya Terjadi 9 Bulan Sebelum Penjaranya ditutup

Namun, Moses diadili kembali pada 2016. Dalam sidang, korban bersikukuh telah melihat Moses pada malam penyerangan meski dengan sebelah mata.

Kendati demikian, pengadilan ini tidak membuat kebebasan Moses direnggut lagi. Dengan Jackson yang tetap pada kesaksiannya pada sidang 2015, dan bukti-bukti lain,  Moses pun bebas dari semua tuduhan pada 14 November 2016.

Dapat Ganti Rugi

Tak berhenti di mendapatkan kebebasan, Moses pun mengajukan gugatan hak sipil federal perihal ganti rugi kepada beberapa pihak, yakni Kota Denver, petugas polisi Denver, dan mantan Jaksa Wilayah Denver Mitch Morrissey, pada Desember 2017.

Kendati demikian, gugatan Moses ditolak pada 2019. Setelahnya, Moses kembali mengajukan klaim untuk kompensasi negara.

Kali ini, upaya Moses membuahkan hasil. Jaksa Agung Colorado yang baru terpilih, menyetujui ganti rugi kompensasi negara sebesar USD 2.304.979 untuk Moses.

"Itulah alasan lain mengapa saya bahagia, karena hal itu memungkinkan saya untuk mendapatkan kembali banyak hal yang sangat berarti bagi saya, yang sangat saya sayangi, sehingga sekarang memiliki kembali hal-hal tersebut, membuat saya merasa seperti orang yang utuh," kata Moses.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unilad.com, Umich

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU