Hari Ini dalam Sejarah: Kematian Giles Corey, Petani yang Dipaksa Ngaku Penyihir dan Dihukum Secara Brutal
INDOZONE.ID - Giles Corey, seorang pria berusia 81 tahun yang jadi catatan kaki dalam sejarah Amerika. Ia jadi orang pertama dan satu-satunya yang dihukum dengan metode penyiksaan kuno yang dikenal sebagai "penekanan" (pressing) hingga ia meninggal selama proses hukum di Amerika kolonial.
Kisah hidup dan kematian tragis Giles Corey adalah simbol dari ketidakadilan dan kebrutalan dalam periode panik penyihir Salem yang terkenal.
Siapa Giles Corey?
Giles Corey lahir pada 16 Agustus 1611 di Northampton, Inggris. Ia kemudian pindah ke Amerika bersama istri pertamanya, Margaret, di akhir abad ke-17.
Mereka tinggal di Massachusetts Bay Colony, sebuah daerah yang kemudian akan menjadi terkenal karena perburuan penyihir Salem. Selama hidupnya, Giles Corey bekerja sebagai seorang petani.
Giles Corey dan Istri Dituduh Sebagai Penyihir Salem
Pada tahun 1692, kota Salem, Massachusetts, diguncang oleh apa yang sekarang dikenal sebagai "Salem Witch Trials" (Pengadilan Penyihir Salem).
Anak-anak di Salem Village mengklaim bahwa mereka telah diganggu oleh roh jahat. Klaim ini yang kemudian jadi titik awal dilakukannya investigasi.
Dalam periode tersebut, banyak orang yang ditangkap dan diadili usai dituduh sebagai penyihir.
Giles Corey dan istrinya juga terlibat dalam perburuan tersebut. Namun pada awalnya mereka tidak dianggap sebagai tersangka.
Giles Corey Jadi Tersangka usai Membela Istri
Suatu ketika, istri Giles, Martha dituduh diadili atas tuduhan menjadi penyihir. Giles yang tak terima berusaha membela istrinya.
Perlawanan Giles membuat dirinya menjadi target selanjutnya. Ia pun ditangkap dan dipaksa mengaku sebagai penyihir agar bisa diadili.
Dihukum dengan Cara Ditekan hingga Meninggal
Saat diadili, Giles Corey menolak untuk mengakui atau membantah tuduhan terhadapnya. Ketika diancam, ia hanya menjawab "Press on", yang artinya menolak untuk mengakui atau menolak tuduhan apapun.
Hal ini pun membuat para penegak hukum semakin frustrasi. Hingga pada akhirnya Giles Corey dihukum dengan cara ditekan hingga meninggal.
Dalam metode hukuman ditekan, seseorang berbaring di tanah dengan batu besar diletakkan di atasnya. Beban berat batu akan ditingkatkan seiring berjalannya waktu, menyebabkan penderitaan fisik yang mengerikan.
Kematian Giles Corey
Setelah disiksa dengan sangat brutal hingga membuat kondisinya buruk, Giles Corey tetap menolak tuduhan.
Baca Juga: Kisah Nyata yang Menginspirasi Dongeng Hansel dan Gretel, Lebih Menakutkan dari Bertemu Penyihir
Hingga akhirnya ia meninggal pada 19 September 1692, menjadi satu-satunya orang yang pernah dihukum dengan metode tekan hingga mati selama proses hukum di Amerika kolonial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber