INDOZONE.ID - Siapa yang tak kenal dongeng Hansel dan Gretel? Salah satu dongeng paling populer di dunia ini ternyata tak seindah kisah nyatanya yang kelam.
Dongeng Hansel dan Gretel berasal dari negara Jerman yang dicatat oleh Grimm Bersaudara, dan diterbitkan dalam kumpulan buku dongengnya, Kinderund Hausmarchen pada 1802.
Dongeng ini mengisahkan dua anak bersaudara dari Jerman bernama Hansel dan Gretel, yang ditelantarkan di hutan.
Setelah ditinggalkan, mereka pun berusaha kembali ke rumah namun tersesat di tengah hutan dan menemukan rumah unik yang terbuat dari jahe dan permen-permen manis.
Ternyata rumah itu milik seorang penyihir yang suka memakan anak-anak. Berkat kecerdikan mereka, Hansel dan Gretel berhasil lolos dan kembali ke rumah dengan membawa harta si penyihir serta hidup bahagia bersama orang tua mereka.
Baca Juga: Polandia Dikenal sebagai Negeri Dongeng, Dari Kurcaci hingga Kisah Naga
Pada tahun-tahun sekitar 1300-an, Eropa mengalami cuaca yang menghangat.
Hal ini membuat pertanian tumbuh subur dan persediaan pangan pun meningkat. Meningkatnya pangan ternyata meningkatkan pula populasi penduduk.
Sayangnya, kemakmuran tersebut tak bertahan lama karena cuaca berubah drastis sejak musim semi 1315. Panen pun menurun dan mengakibatkan penurunan ketersediaan pangan.
Fenomena gagal panen ini menjadi hal yang umum terjadi. Selama itu, makanan ternak rusak dan persediaan daging membusuk akibat langkanya garam yang menjadi bahan pengawet.
Tak hanya itu, penyakit pun mulai menjangkiti masyarakat.
Kelaparan besar terjadi di seluruh Eropa seperti di Lorraine, Perancis, dengan harga gandum melambung tinggi dan banyak orang kesulitan membeli roti.
Bahkan pemerintah mengimpor makanan dari luar, hingga beberapa pihak yang tidak peduli keadaan sulit, menambahkan pajak yang mencekik.
Pada masa-masa itu, mulai dari rakyat jelata hingga kaum kerajaan berebut makanan, karena sulitnya mendapatkan makanan.
Tercatat, Raja Edward II dari kerajaan Inggris sulit menemukan roti untuk rombongannya saat berkunjung ke St. Albans pada 10 Agustus 1315.
Puncak kelaparan Eropa terjadi pada musim panas 1317, ketika cuaca kembali normal. Namun, masyarakat sudah terlanjur melemah oleh serangan penyakit bronchitis, pneumonia, hingga tuberculosis.
Pada masa pertanian masih konvensional, butuh waktu lama untuk pulih hingga tahun 1325 persediaan pangan mulai membaik.
Ketika belum pulih sepenuhnya, terjadi wabah pes atau dikenal Black Death (1338-1375) yang kembali memakan banyak korban.
Baca Juga: Bukan Dongeng, Werewolf Ternyata Benar-Benar Nyata, Namanya Peter Hidup di Zaman Renaisans
Hingga terjadilah bencana kelaparan besar yang tidak hanya mengurangi populasi, tetapi juga mengubah karakter masyarakatnya. Segera, kelaparan diikuti dengan kejahatan, banyak orang terpaksa merampok untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Bagi kaum rakyat jelata, lapar yang tak tertahankan membuat mereka menggali akar, memakan kulit kayu, jamur, dan hewan-hewan ternak, bahkan anjing.
Semakin lama semakin tak terbayangkan, mereka menggali kuburan untuk memakan mayat jenazah.
Para orangtua mulai menelantarkan anak mereka di hutan, ada yang membiarkannya mati kelaparan, ada yang memakan anak-anaknya, bahkan anak yang lebih tua membantai dan memakan orangtuanya.
Seketika wabah penyakit menjelma menjadi wabah yang lebih mengerikan yakni kanibalisme. Dalam kondisi mengerikan inilah muncul dongeng Hansel dan Gretel, yang dikemas dengan tokoh penyihir kanibal pemakan anak-anak.
Dongeng Hansel dan Gretel seakan menjadi pelipur lara dengan kisah imajinasi yang manis dari kelamnya kisah nyata yang terjadi.
Writer: Victor Median
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Z Creators