Sabtu, 14 FEBRUARI 2026 • 14:32 WIB

Apakah Imlek Budaya Atau Kepercayaan Agama? Fakta yang Jarang DIketahui tentang Tahun Baru China

Author

Ilustrasi perayaan tahun baru Imlek. (Freepik)

INDOZONE.ID - Apakah Imlek budaya atau kepercayaan agama? Pertanyaan ini kerap muncul setiap kali menjelang Imlek

Di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, pemahaman ini penting untuk diluruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Menurut Jubun dari Aman Sentosa Investigation Agency, ada satu anggapan yang perlu diperjelas sejak awal.

Baca juga: Makna dan Fungsi Barongsai dalam Perayaan Imlek, Lebih dari Sekadar Hiburan

“Yang perlu diluruskan adalah anggapan bahwa Imlek identik dengan satu agama tertentu.”ungkapnya baru-baru ini.

Ia menegaskan bahwa masyarakat Tionghoa memiliki latar belakang keyakinan yang beragam. Ada yang beragama Konghucu, Buddha, Kristen, Katolik, bahkan Islam. Namun, Imlek tetap dirayakan sebagai bagian dari identitas budaya, bukan semata ritual keagamaan.

Menurutnya, Imlek lahir dari peradaban dan kebudayaan Tionghoa yang memiliki akar sejarah panjang. Dalam praktiknya memang terdapat ekspresi spiritual, tetapi bentuknya bergantung pada keyakinan masing-masing keluarga.

Baca juga: Apakah Muslim Tionghoa Boleh Merayakan Imlek? Ini Penjelasan Sejarah dan Budayanya

“Imlek pada dasarnya adalah tradisi budaya Tionghoa. Ia lahir dari kebudayaan, bukan doktrin teologis tertentu.”

Di Indonesia sendiri, perayaan Imlek telah menjadi bagian dari kekayaan budaya nasional.

Sejak ditetapkan sebagai hari libur nasional, tahun baru china ini tidak lagi dipandang eksklusif, melainkan sebagai perayaan budaya yang bisa dimaknai secara beragam oleh setiap individu.

Bukan Milik Satu Agama, Melainkan Identitas Etnis

Hal senada disampaikan oleh Yosep Setiawan, pengajar sekaligus penulis fiksi.

Ia menekankan bahwa Imlek bukanlah hari raya milik satu agama, melainkan perayaan seluruh masyarakat etnis Tionghoa di berbagai belahan dunia.

Baca juga: Tradisi Pemberian Angpau saat Imlek, Simbol Keberuntungan yang Bertahan Ribuan Tahun

Menurutnya, tradisi Imlek bisa dianalogikan seperti Lebaran di Indonesia. Ada fenomena mudik besar-besaran, di mana orang-orang yang merantau kembali ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga.

"Bisa dibilang tradisi Imlek itu mirip Lebaran di Indonesia, di mana orang-orang di kota besar berduyun-duyun pulang ke kampung halaman untuk mengunjungi orang tua mereka" ungkap Yosep.

Momentum ini menjadi waktu untuk mempererat relasi, menghormati orang tua, serta memperkuat ikatan kekeluargaan.

Nilai-nilai tersebut bersifat universal dan tidak terbatas pada satu keyakinan tertentu.

Baca juga: 5 Fakta Unik Cap Go Meh: Tradisi Setelah Imlek yang Kental dengan Budaya Indonesia

Makna Simbolis yang Sering Terlewat

Di balik kemeriahannya, banyak masyarakat belum menyadari bahwa setiap tradisi Imlek memiliki makna simbolis. Hal ini juga diungkapkan oleh Yosep Setiawan.

"Satu hal yang orang kerap luput memperhatikan adalah setiap tradisi imlek ini memiliki makna simbolis yang mendalam" ungkapnya.

Yosep Setiawan menjelaskan salah satu yang paling dikenal adalah hidangan ikan. Dalam bahasa Mandarin, kata “yu” (ikan) memiliki bunyi yang sama dengan kata “yu” yang berarti rezeki atau kelimpahan. 

Pepatah “Mei Tian You Yu” yang berarti “setiap hari ada rezeki” menjadi dasar simbol tersebut. Karena itu, ikan hampir selalu hadir di meja makan saat malam tahun baru sebagai harapan akan kemakmuran.

Baca juga: Apa Shio Imlek 2025 Dikabarkan Penuh Dengan Hoki

Selain itu, mi yang panjang kerap disajikan untuk melambangkan umur panjang. Ada pula hidangan seperti sup daging kura-kura yang lebih dikenal dengan Pie-Oh. Sup ini dimaknai sebagai simbol panjang usia dan kesehatan.

Sementara makanan berbahan dasar beras ketan yang lengket, seperti dodol atau kue keranjang, melambangkan kelekatan hubungan, keharmonisan, dan kebersamaan dalam keluarga.

Memahami Imlek Secara Lebih Utuh

Dari berbagai penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa Imlek lebih tepat dilihat sebagai perayaan budaya dengan dimensi sejarah dan simbolisme yang kuat.

Baca juga: Sejarah Imlek dan Legenda di Balik Perayaannya: Ada Makna, Tradisi, serta Keunikan

Di dalamnya memang terdapat ekspresi spiritual, namun bukan berarti Imlek melekat pada satu agama tertentu.

Memahami Imlek secara utuh berarti melihatnya sebagai bagian dari warisan budaya yang kaya makna tentang keluarga, harapan, kemakmuran, dan kebersamaan. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU