INDOZONE.ID - Cap Go Meh bukan sekadar perayaan biasa dalam budaya Tionghoa.
Festival yang dirayakan pada hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek ini punya sejarah panjang dan makna mendalam, terutama di Indonesia.
Mulai dari asal-usul namanya hingga makanan khasnya yang menggugah selera.
Baca Juga: Sejarah dan Makna Cap Go Meh: Merayakan Akhir Perayaan Imlek dengan Kemeriahan
Yuk kita bahas 5 fakta unik Cap Go Meh yang bikin perayaan ini makin menarik!
Tradisi dan Kemeriahan Cap Go Meh
Kamu mungkin sering dengar istilah Cap Go Meh, tapi tahukah Kamu kalau nama ini sebenarnya khas di Indonesia dan Malaysia aja?
Dalam bahasa Hokkian, “Cap Go Meh” berarti malam ke-15, merujuk pada hari ke-15 dalam perayaan Imlek.
Tapi, di Tiongkok sendiri, perayaan ini dikenal dengan nama Yuanxiao Jie atau Festival Lampion.
Jadi, kalau Kamu ngobrol dengan teman dari Tiongkok dan menyebut "Cap Go Meh", mungkin mereka bakal bingung.
Kalau Tahun Baru Imlek adalah awal perayaan, maka Cap Go Meh adalah puncak sekaligus penutupnya.
Perayaan ini menandai berakhirnya rangkaian festival Imlek, yang berlangsung sejak hari pertama di bulan pertama kalender Tionghoa.
Biasanya, pada malam Cap Go Meh, keluarga berkumpul untuk makan bersama, menikmati pertunjukan barongsai, dan menyalakan lampion.
Ritual ini melambangkan harapan akan keberuntungan dan kebahagiaan sepanjang tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube