Ilustrasi Imlek. (Chinesenewyear)
INDOZONE.ID - Imlek atau yang sering disebut Tahun Baru China, adalah salah satu perayaan paling penting bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia.
Selain dikenal dengan tradisi penuh warna seperti dekorasi merah, petasan, dan makanan khas, Imlek juga memiliki sejarah panjang yang berakar pada kepercayaan, legenda, dan budaya agraris masyarakat Tionghoa.
Baca Juga: 10 Fakta dan Mitos Seputar Imlek: Yuk Pahami Tradisi dengan Bijak!
Kata Imlek berasal dari dialek Hokkian, "Im" yang berarti bulan, dan "Le" yang berarti penanggalan.
Jika digabungkan, Imlek berarti "kalender bulan."
Dalam bahasa Mandarin, Imlek disebut Chun Jie, yang berarti "festival musim semi."
Pada mulanya sejarah Imlek identik dengan, perayaan dalam bentuk sukacita menyambut musim semi, yang menandai berakhirnya musim dingin dan dimulainya musim tanam baru.
Musim semi dianggap sangat penting karena menjadi awal dari kehidupan baru, ketika masyarakat agraris mulai bercocok tanam setelah melewati musim dingin yang sulit.
Oleh sebab itu, Imlek dirayakan dengan harapan kemakmuran, kebahagiaan, dan keberuntungan bagi tahun yang akan datang.
Salah satu legenda Imlek terkenal yang melatarbelakangi perayaan Imlek adalah kisah tentang monster bernama Nian.
Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa kuno, Nian adalah makhluk buas yang hidup di dasar laut.
Setiap malam tahun baru, Nian muncul ke permukaan untuk memangsa manusia dan hewan.
Karena takut akan ancaman Nian, penduduk desa selalu mengungsi ke pegunungan setiap malam tahun baru.
Namun, suatu hari seorang pria tua pemberani dengan rambut putih dan kulit kemerahan memutuskan untuk melawan Nian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube