Ilustrasi perayaan tahun baru Imlek. (Freepik)
INDOZONE.ID - Tahun Baru Imlek merupakan momen penting bagi masyarakat Tionghoa.
Selain perayaan yang meriah, tradisi ini juga dipenuhi berbagai mitos yang turun-temurun dipercaya.
Namun, penting untuk memahami mana yang merupakan tradisi bermakna dan mana yang hanya mitos belaka.
Baca Juga: Imlek Identik dengan Hujan: Mitos atau Fakta?
Berikut adalah beberapa fakta dan mitos seputar perayaan Imlek yang perlu diketahui.
Perayaan Tahun Baru Imlek identik dengan warna merah.
Mitos: Saat Imlek tiba, menyapu rumah dianggap membawa sial karena dipercaya akan "membuang" rezeki.
Fakta: Tradisi membersihkan rumah dilakukan sebelum Imlek sebagai simbol menyambut tahun baru dengan suasana bersih.
Namun, pada hari Imlek, aktivitas seperti menyapu sering dihindari untuk menjaga suasana damai dan melambangkan kesiapan menerima rezeki.
Mitos: Jika gelas atau piring pecah saat Imlek, itu dianggap sebagai pertanda buruk.
Fakta: Ini lebih merupakan pengingat agar berhati-hati selama perayaan.
Jika ada barang pecah, tradisi menyarankan untuk membungkus pecahannya dan membuangnya dengan tenang sebagai simbol menghindari konflik atau masalah di tahun baru.
Mitos: Bertengkar atau ribut-ribut pada hari Imlek akan membawa energi buruk sepanjang tahun.
Fakta: Larangan ini lebih kepada menjaga suasana bahagia saat perayaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube