Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 18 JULI 2026 • 13:01 WIB

Cyclops Mungkin Bukan Fiksi Semata, Ini Fosil yang Diduga Jadi Asal Mitosnya

Cyclops Mungkin Bukan Fiksi Semata, Ini Fosil yang Diduga Jadi Asal MitosnyaIlustrasi makhluk mitologi Yunani, Cyclops. (Freepik)

INDOZONE.ID - Sosok raksasa bermata satu dalam mitologi Yunani, Cyclops, selama ini dianggap murni imajinasi manusia purba.

Tapi ada satu teori ilmiah yang menarik, mitos ini kemungkinan besar lahir bukan dari khayalan kosong, melainkan dari kesalahpahaman manusia kuno saat menemukan fosil hewan raksasa yang sudah punah.

Baca juga: 7 Fakta Menarik Cyclops yang Jarang Kamu Dengar! si Raksasa Bermata Satu dalam Mitologi Yunani

Teori ini pertama kali dipopulerkan oleh paleontolog Othenio Abel pada awal abad ke-20. Ia menduga masyarakat kuno di kawasan Mediterania, khususnya Yunani dan pulau-pulau sekitarnya seperti Kreta dan Sisilia, kerap menemukan tengkorak gajah kerdil purba yang telah punah. 

Tengkorak gajah, termasuk spesies kerdil, memiliki satu lubang besar di bagian tengah wajah, yaitu rongga hidung tempat belalai menempel, yang jauh lebih besar dibanding rongga mata di kanan kirinya.

Bagi manusia purba yang belum mengenal anatomi gajah, rongga besar di tengah tengkorak itu mudah disalahartikan sebagai satu-satunya rongga mata raksasa.

Ukuran tengkorak yang jauh lebih besar dari kepala manusia biasa semakin memperkuat kesan bahwa fosil tersebut adalah sisa-sisa makhluk humanoid raksasa bermata satu, cikal bakal gambaran Cyclops yang kemudian diwariskan turun-temurun lewat cerita lisan.

Mitos sebagai Cara Manusia Purba Memahami yang Tidak Diketahui 

Menariknya, penemuan fosil gajah purba memang banyak terjadi di wilayah yang secara historis erat kaitannya dengan mitologi Cyclops, seperti Sisilia, pulau yang dalam kisah Homer's Odyssey digambarkan sebagai tempat tinggal Polyphemus, salah satu Cyclops paling terkenal.

Kesesuaian lokasi geografis antara temuan fosil dan latar mitos ini menjadi salah satu alasan kuat kenapa teori Abel terus dianggap relevan hingga sekarang, meski tidak bisa dibuktikan secara mutlak sebagai satu-satunya penjelasan.

Fenomena ini sebenarnya bukan hal aneh dalam sejarah peradaban manusia. Sebelum ilmu anatomi dan paleontologi berkembang.

Manusia purba cenderung menjelaskan penemuan yang tidak mereka pahami lewat narasi mitologis. Tulang-belulang raksasa yang ditemukan secara tidak sengaja sering diinterpretasikan sebagai sisa-sisa manusia super, monster, atau makhluk gaib.

Dengan kata lain, mitos Cyclops kemungkinan besar adalah hasil dari upaya manusia purba melakukan "sains sederhana".

Baca juga: Cyclops, Makhluk Mitologi Yunani Bertubuh Raksasa dan Bermata Satu

Dengan alat yang mereka punya saat itu mengamati bukti fisik di depan mata, lalu menyusun cerita yang masuk akal berdasarkan pengetahuan terbatas yang mereka miliki.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medium, National Archive Of Australia

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Cyclops Mungkin Bukan Fiksi Semata, Ini Fosil yang Diduga Jadi Asal Mitosnya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!