Ilustrasi perayaan Imlek oleh umat Muslim Tionghoa. (Facebook/Indonesia 2045)
INDOZONE.ID - Imlek atau yang sering disebut Tahun Baru China, adalah salah satu perayaan paling penting bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia. Hanya saja, banyak pertanyaan yang sering terdengar; 'seperti apakah Imlek merupakan perayaan agama?', atau 'apakah china muslim juga bisa merayakan imlek?'
Banyak orang yang bertanya, khususnya mereka yang beragama Muslim dan merupakan keturunan Tionghoa, apakah mereka boleh merayakan Imlek?
Untuk menjawab itu, berikut ini adalah beberapa fakta Imlek dan kaitannya dengan agama, termasuk apakah Mulism Tionghoa boleh merayakan Imlek.
Kata Imlek berasal dari dialek Hokkian, "Im" yang berarti bulan, dan "Le" yang berarti penanggalan. Jika digabungkan, Imlek berarti "kalender bulan." Dalam bahasa Mandarin, Imlek disebut Chun Jie, yang berarti "festival musim semi."
Baca juga: Tradisi Pemberian Angpau saat Imlek, Simbol Keberuntungan yang Bertahan Ribuan Tahun
Pada mulanya sejarah Imlek identik dengan, perayaan dalam bentuk sukacita menyambut musim semi, yang menandai berakhirnya musim dingin dan dimulainya musim tanam baru.
Musim semi dianggap sangat penting karena menjadi awal dari kehidupan baru, ketika masyarakat agraris mulai bercocok tanam setelah melewati musim dingin yang sulit.
Ilustrasi perayaan Imlek oleh umat Muslim Tionghoa. (Facebook/Indonesia 2045)
Oleh sebab itu, Imlek dirayakan dengan harapan kemakmuran, kebahagiaan, dan keberuntungan bagi tahun yang akan datang.
Mengutip situs lspt.or.id, imlek dikenal sebagai perayaan etnis Tionghoa yang dirayakan di seluruh dunia.
Sebagian besar masyarakat menganggap bahwa Imlek merupakan perayaan budaya Tionghoa dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan perayaan agama, sehingga tidak peduli apapun agamanya.
Baca juga: 11 Pantangan Imlek yang Perlu Kamu Tahu Agar Keberuntungan Hidup Tetap Terjaga!
Jka ia adalah etnis Tionghoa maka disarankan untuk ikut merayakan Imlek.
Dalam situs Kemenag NTT, imlek merupakan perayaan hari besar keagamaan bagi umat Khonghucu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA, Kemenag, Lspt.or.id