INDOZONE.ID - Secangkir teh hangat yang pernah dinikmati berawal dari sebuah tanaman kecil di Asia. Minuman Teh ini, sudah menempuh perjalanan panjang dan memengaruhi peradaban di berbagai belahan dunia.
Simak sejarahnya berikut ini!
Dari Asia Tenggara ke Seluruh Negeri
Berdasarkan laman The Collcetor, teh berasal dari tanaman Camellia sinensis, yang diperkirakan pertama tumbuh di wilayah timur laut India dan kawasan Asia Tenggara lainnya.
Baca juga: 3 Fakta Aneh dan Kocak Ketika Pendudukan Tentara Jepang di Asia Tenggara
Selama ribuan tahun, manusia memanfaatkan daun teh dengan cara yang sederhana dengan cara mengunyahnya, mencampurnya ke dalam sup, hingga difermentasi. Jauh sebelum teh menjadi minuman, teh lebih dulu hadir sebagai sumber energi dan obat tradisional.
Kebiasaan minum teh muncul pada masa Dinasti Shang. Namun, dalam legenda Cina, kisahnya dimulai jauh lebih awal pada 2737 SM, ketika dewa Shennong menemukan teh secara tidak sengaja.
Baca juga: Ini yang Dibutuhkan Setiap Zodiak dari Sahabat Sejati!
Seiring waktu, seni meminum teh berkembang pesat. Di Jepang, teh bahkan menjadi simbol status dan ritual penting, terutama dalam upacara minum teh yang erat dengan makna. Sementara itu di Cina, berbagai metode pengolahan mulai diciptakan, yang kemudian melahirkan ragam teh seperti teh hijau, teh hitam, hingga oolong.
Teh Mulai Mengembara
Bangsa Asia dan Afrika sudah memperkenalkan teh ke Pantai Timur Afrika sejak abad ke-12, meski masih berskala kecil. Popularitasnya baru benar-benar meledak ketika bangsa Eropa mulai tertarik pada minuman ini.
Baca juga: 5 Arti Mimpi Orang Tua Meninggal Menurut Islam, Pertanda Apa Ya?
Teh pertama kali dikenal bangsa Eropa lewat jalur perdagangan laut. Pada abad ke 17, teh mulai masuk ke Inggris dan langsung memikat masyarakatnya. Dari kebiasaan minum di kedai, yang dikenal sebagai “tea time” kemudian tumbuh menjadi bagian dari identitas budaya Inggris.
Dampak dan Warisan Teh
Tidak semua perjalanan sejarah teh berjalan mulus. Perdagangan teh pernah memicu konflik besar seperti Perang Candu antara Inggris dan Cina, serta Boston Tea Party yang menjadi salah satu pemicu Revolusi Amerika. Namun, di balik kisah pahit itu, teh tetap meninggalkan jejak yang tak ternilai bagi manusia yaitu, menghubungkan budaya, menggerakkan ekonomi, hingga menjadi sumber kesehatan bagi banyak orang.
Baca juga: Dilematis atau Dramatis : Langkah Politik Chiang Kai-shek dalam Perang Saudara dan Masa Depan Taiwan
Kini, dunia mengenal beragam teh, mulai dari teh hijau, teh hitam, hingga herbal seperti rooibos dan yerba mate, meski tidak semuanya berasal dari Camellia sinensis.
Pada akhirnya, teh bukan hanya menjadi minuman. Teh adalah kisah perjalanan panjang dari sebuah daun yang berhasil menaklukkan dunia, menyatukan orang dari berbagai negara dalam satu cangkir yang sama dengan hangat, menenangkan, dan penuh cerita.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Thecollector.com