Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 11 DESEMBER 2025 • 15:44 WIB

Siklon Tropis Senyar Tunjukkan Pentingnya Informasi yang Cepat dan Selaras

Siklon Tropis Senyar Tunjukkan Pentingnya Informasi yang Cepat dan SelarasIlustrasi Badai (AI/Gemini)

INDOZONE.ID -Di tengah hantaman Siklon Tropis Senyar yang menimbulkan kerusakan luas dan korban jiwa mencapai 969 orang meninggal dan 262 hilang, persoalan yang mencuat bukan hanya soal cuaca ekstrem, melainkan juga bagaimana informasi bencana dikelola dan disampaikan kepada publik.

Badai yang berdampak di tiga provinsi aitu, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menyadarkan bahwa Indonesia membutuhkan komunikasi krisis yang lebih terstruktur, responsif, dan selaras antar lembaga. 

Baca juga: Bappenas Luncurkan Peta Jalan Hilirisasi Rempah, Kembalikan Indonesia Jadi Pemimpin Spices Global

Nila Marita, Executive Director Prasasti, menyoroti hal ini dengan tegas.

“Informasi teknis dari BMKG perlu diterjemahkan menjadi pesan operasional yang mudah dipahami masyarakat. Ketika terjadi bencana, kecepatan dan keselarasan pesan antar kementerian/lembaga dan pemerintah daerah sangat menentukan efektivitas respons,” ujarnya.

Nila menekankan bahwa meski Indonesia sudah memiliki sistem peringatan dini yang baik, langkah berikutnya adalah memastikan komunikasi lintas sektor berjalan dalam satu kesatuan. 

Baca juga: Disabilitas Bisa Hadirkan Produk UMKM-nya di Halte Transjakarta

Nila juga menyoroti pentingnya Crisis Communication Center untuk menghindari simpang siur data. 

“Efektivitas pusat komunikasi ini dapat meminimalisir kesimpangsiuran data dan informasi di publik dan mengurangi potensi disinformasi di tengah situasi darurat,” katanya.

Sementara itu, dari sisi ilmiah dan teknis, Arcandra Tahar, Board of Experts Prasasti Center for Policy Studies sekaligus  pakar energi Indonesia menjelaskan bahwa fenomena Siklon Tropis Senyar bukan kejadian anomali. 

Baca juga: Tren Percakapan Netizen sebagai Indikator Kinerja Bisnis di Era Ekonomi Digital

“Jika kita melihat data lintasan badai selama 150 tahun, Sumatera bagian utara hingga Selat Malaka memang pernah dilintasi tropical storm.  Kejadiannya dapat berulang setiap beberapa puluh tahun,” jelasnya. 

Menurut Arandra Tahar informasi ilmiah seperti ini dinilai harus dapat disebarkan dengan cara yang dapat dipahami masyarakat luas, bukan hanya kalangan teknis.

Krisis informasi selama bencana seringkali memperburuk dampak. Ketika warga tidak mengetahui jalur evakuasi, tingkat bahaya, atau waktu kedatangan badai, risiko keselamatan meningkat drastis. Karena itu, Prasasti menilai komunikasi krisis harus menjadi pilar utama dalam manajemen bencana, sejajar dengan teknologi prediksi, mitigasi ekosistem, dan penataan ruang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Siaran Pers

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Siklon Tropis Senyar Tunjukkan Pentingnya Informasi yang Cepat dan Selaras

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!