Minggu, 19 APRIL 2026 • 11:28 WIB

Masih Kokoh Berdiri, 5 Peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo Ini Punya Cerita Hebat

Author

Istana Megah Para Raja Gowa, Balla Lompoa di Kabupaten Gowa. (Arsip Disbudpar.sulsel.go.id)

INDOZONE.ID - Kerajaan Gowa-Tallo, yang juga dikenal sebagai Kerajaan Makassar, merupakan salah satu kesultanan bercorak Islam terbesar dan terkuat di Sulawesi Selatan. Di bawah kepemimpinan Sultan Hasanuddin, kerajaan ini bahkan menjadi pusat perdagangan terbesar di Indonesia Timur.

Meski kejayaannya telah berlalu, jejak-jejak peradaban gemilang ini masih bisa kita saksikan hingga kini melalui berbagai peninggalan sejarah yang kokoh berdiri.

Baca juga: 10 Situs Peninggalan Kerajaan Wajo, Sulawesi Selatan: Saksi Bisu Kejayaan Peradaban Masa Lalu

Berikut adalah 5 peninggalan sejarah Kerajaan Gowa-Tallo yang wajib Anda ketahui:

1. Balla Lompoa: Istana Megah Para Raja Gowa

Balla Lompoa, yang berarti rumah besar, adalah istana yang menjadi kediaman Raja Gowa. Dibangun pada tahun 1936 setelah diangkatnya Raja Gowa ke-35, Mengimani Karaeng Matutu Karaeng Bontonompo (Sultan Muhammad Tahir), istana ini tak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal raja, tetapi juga pusat pemerintahan Kerajaan Gowa.

Terletak di Desa Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, istana ini kini difungsikan sebagai Museum Balla Lompoa yang menyimpan koleksi benda-benda kerajaan.

2. Benteng Somba Opu: Jantung Pertahanan dan Perdagangan

Peninggalan sejarah kerajaan Benteng Somba Opu di Kabupaten Gowa. (Dzulkifli Idham/ Z Creators)

Benteng Somba Opu adalah salah satu peninggalan krusial Kerajaan Gowa-Tallo yang masih bisa disaksikan. Dibangun oleh Sultan Gowa ke-9, Daeng Matanre Karaeng Tumaparisi Kallonna, pada tahun 1525, benteng ini kemudian diselesaikan oleh Raja Gowa ke-12, Karaeng Tony Jalo, dan Sultan Alauddin.

Sempat menjadi pusat perdagangan dan pelabuhan rempah-rempah yang ramai dikunjungi pedagang asing dari Asia dan Eropa pada pertengahan abad ke-16, benteng ini kemudian menjadi pusat pemerintahan di masa Sultan Hasanuddin.

Kini, Benteng Somba Opu menjadi objek wisata bersejarah yang menyimpan meriam raksasa sepanjang 9 meter dengan berat 9.500 kg, serta sebuah museum yang memamerkan benda-benda bersejarah Kerajaan Gowa.

3. Benteng Rotterdam (Benteng Ujung Pandang): Saksi Bisu Perlawanan

Benteng Rotterdam (Benteng Ujung Pandang) di Kota Makassar. (Dzulkifli Idham/ Z Creators)

Awalnya dikenal sebagai Benteng Jumpandang, Benteng Rotterdam dibangun oleh Raja Gowa ke-10, I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung, pada tahun 1545. Bentuknya yang segi empat menyerupai benteng bergaya Portugis, terletak di pesisir barat Kota Makassar.

Selain menjadi destinasi wisata sejarah, benteng ini juga berfungsi sebagai museum yang menyimpan benda-benda sejarah. Sejak tahun 2010, Benteng Rotterdam telah ditetapkan sebagai benda cagar budaya.

4. Masjid Tua Katangka: Jejak Syiar Islam di Tanah Makassar

Masjid Tua Katangka merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo yang bersejarah. Dibangun pada tahun 1603 di masa pemerintahan Raja Gowa ke-14, Sultan Alauddin, nama masjid ini diambil dari nama seorang sufi kharismatik yang dipuja masyarakat Sulawesi Selatan.

Terdaftar sebagai cagar budaya nasional, masjid ini berlokasi di sebelah utara Kompleks Makam Sultan Hasanuddin, tepatnya di Jalan Syekh Yusuf Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Baca juga: Menjelajahi Jejak Kejayaan: 12 Peninggalan Kerajaan Aceh yang Masih Kokoh Hingga Kini

5. Kompleks Makam Raja Tallo dan Gowa: Peristirahatan Abadi Para Pemimpin

Kompleks kuburan Raja Tallo dan Gowa adalah situs cagar budaya yang telah ada sejak abad ke-17 hingga ke-19. Terletak di Jalan Sultan Abdullah Raya, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, makam ini berada di tepi barat muara Sungai Tallo atau sudut timur laut kawasan Benteng Tallo.

Kompleks makam ini menjadi bukti nyata keberadaan dan keberlanjutan dinasti Kerajaan Gowa-Tallo.

Peninggalan-peninggalan ini bukan sekadar bangunan tua, melainkan saksi bisu kejayaan Kerajaan Gowa-Tallo yang pernah menguasai lautan dan perdagangan di Indonesia Timur. Mengunjungi situs-situs ini adalah menyelami sejarah dan kekayaan budaya Nusantara yang tak ternilai harganya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube/@Munkar

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU