INDOZONE.ID - Siapa sangka langkah kecil sekelompok pelajar STOVIA pada 20 Mei 1908 bisa menjadi batu loncatan bagi lahirnya pergerakan nasional Indonesia?
Di balik momentum bersejarah itu, berdirilah Boedi Oetomo, sebuah organisasi yang didirikan oleh Dr. Soetomo dan kawan-kawannya sebagai respon atas ketidakadilan kolonial.
Tak hanya menjadi organisasi modern pertama di Indonesia, Boedi Oetomo juga mencerminkan semangat baru, yakni bersatu, terorganisir, dan berorientasi pada kemajuan bangsa.
Baca juga: Serupa Tapi Tak Sama: Dua Douwes Dekker dalam Linimasa Sejarah Indonesia
Apa yang mendorong Dr. Soetomo terjun ke dunia pergerakan nasional? Jawabannya adalah politik etis, kebijakan pemerintah Belanda awal abad ke-20 yang membuka peluang pendidikan bagi kaum pribumi.
Dari sinilah muncul kaum terpelajar seperti Soetomo yang mulai menyadari perlunya organisasi sebagai alat perjuangan.
Dengan visi memajukan pendidikan dan martabat bangsa, Soetomo membangun fondasi awal pergerakan nasional melalui Boedi Oetomo, organisasi yang awalnya bersifat sosial dan budaya, namun kemudian berkembang menjadi kekuatan politik yang signifikan.
Pergerakan Soetomo tidak berhenti di situ. Pada tahun 1924, ia mendirikan Indonesische Studieclub sebagai wadah diskusi kaum intelektual muda.
Baca juga: Tan Malaka: Bapak Republik yang Menggerakkan Arah Pergerakan Nasional
Organisasi ini berkembang menjadi Persatuan Bangsa Indonesia (PBI) pada 1931, yang kemudian bergabung dengan Boedi Oetomo menjadi Partai Indonesia Raya (Parindra) pada 1935.
Dr. Soetomo menjadi ketua partai tersebut, membuktikan konsistensinya dalam mendorong perubahan dari balik meja organisasi.
Organisasi Boedi Oetomo yang digagas oleh Soetomo yang menjadi tonggak awal pergerakan nasional Indonesia yang awalnya bersifat kedaerahan.
Mengapa peran Soetomo begitu penting dalam pergerakan nasional? Karena ia berhasil membangun kesadaran kolektif bangsa Indonesia melalui pendekatan modern dan terstruktur.
Baca juga: Annelies Mellema dan Dilema Identitas Orang Indo di Hindia Belanda pada Abad ke-19
Dari Boedi Oetomo hingga Parindra, jejaknya menjadi inspirasi bagi organisasi-organisasi lain seperti Sarekat Islam hingga Muhammadiyah.
Ia membuktikan bahwa perjuangan melawan kolonialisme tidak selalu harus dengan senjata, tetapi bisa dimulai dari ruang kelas, diskusi, dan semangat bersatu.
Hingga kini, nama Soetomo tetap abadi sebagai pelopor pergerakan nasional. Lewat Surat Keputusan Presiden RI No. 657/1961, ia resmi dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional.
Tapi lebih dari sekadar gelar, warisan besarnya adalah lahirnya semangat Indonesia untuk hidup bersama sebagai satu bangsa, sebuah perjuangan yang dimulai dari ide, organisasi, dan visi jauh ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Skripsi