Ilustrasi The pIed Piper of Hamelin' dari legenda rakyat (Gemini AI)
INDOZONE.ID - Kalau kamu pernah nonton kartun bernuansa Eropa beberapa abad lalu, ada sebuah dongeng yang kabarnya berdasarkan mitologi setempat, tentang seorang pemain suling yang menghinoptis anak kecil dan membawa mereka pergi secara mistis. Cerita itu dikenal dengan sebutan The Pied Piper of Hamelin' atau 'Peniup Seruling dari Hamelin'
Serita itu turun temurun diksahkan dari mulut-kemulut, dan kadang dikaitkan dengan beberapa kisah nyata yang pernah terjadi.
Lalu bagaimana cerita mitologi 'The Pied Piper of Hamelin' tersebut? Simak penjelasan ini berdasarkan yang dikutip dari situs Britannica.
Di sebuah kota kecil bernama Hamelin, Jerman, lonceng gereja masih berdentang seperti biasa. Jalanan dipenuhi pedagang, anak-anak bermain di gang batu, dan sungai Weser mengalir tenang membelah kota.
Namun di balik ketenangan itu, Hamelin perlahan berubah menjadi mimpi buruk.
Tikus mulai bermunculan dari selokan, gudang gandum, hingga rumah-rumah warga. Jumlahnya begitu banyak hingga memenuhi jalan, memakan persediaan makanan, bahkan menggigit bayi yang sedang tidur. Kota itu tenggelam dalam kepanikan. Tak ada yang mampu menghentikannya.
Hingga suatu hari, datanglah seorang pria asing berpakaian warna-warni mencolok. Ia membawa seruling panjang dan memperkenalkan diri sebagai pembasmi tikus.
Ilustrasi The pIed Piper of Hamelin' dari legenda rakyat (Gemini AI)
Pria itu menawarkan bantuan kepada para petinggi kota Hamelin: ia akan membersihkan seluruh tikus, asalkan dibayar sesuai kesepakatan. Karena putus asa, warga akhirnya setuju.
Maka sang peniup seruling mulai memainkan musik aneh yang belum pernah didengar siapa pun sebelumnya. Nada-nadanya menggema di seluruh kota. Satu per satu, ribuan tikus keluar dari lubang, gudang, dan lorong sempit, lalu mengikuti sang peniup seruling seperti terhipnotis.
Baca juga: Kisah Mistis Kampung Jin: Ada Guru Ngaji yang Mengajar Anak-anak Gaib
Ia membawa mereka menuju Sungai Weser dan di sanalah seluruh tikus tenggelam. Kota Hamelin pun selamat.
Tetapi ketenangan itu tidak berlangsung lama. Ketika sang peniup seruling datang menagih upahnya, para petinggi kota justru mengingkari janji.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britannica