Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 24 MEI 2026 • 17:40 WIB

Kisah Langka di Afrika Selatan, Babon Jadi Pengatur Sinyal Kereta

Kisah Langka di Afrika Selatan, Babon Jadi Pengatur Sinyal KeretaMonyet. (photo/Ilustrasi/Pexels/Pixabay)

INDOZONE.ID - Di dunia perkeretaapian, pekerjaan mengatur jalur rel tentu identik dengan petugas manusia yang terlatih dan penuh konsentrasi. 

Namun siapa sangka, pada akhir abad ke-19 pernah ada seekor babon yang bekerja secara resmi di stasiun kereta api dan bahkan tercatat sebagai pegawai dengan nomor karyawan. 

Kisah unik ini benar-benar terjadi dan menjadi salah satu cerita paling menarik dalam sejarah perkeretaapian dunia.

Kisah James dan Jack si Babon Cerdik

Cerita tersebut bermula dari seorang pria bernama James Edwin Wide, yang lebih dikenal dengan julukan “Jumper”. Ia bekerja di Cape Government Railways, Afrika Selatan, sebagai petugas sinyal kereta api. 

Baca juga: Warisan Dinasti Joseon yang Masih Membentuk Korea Selatan Modern

Tugas James adalah mengoperasikan tuas rel untuk mengatur arah jalannya kereta. Julukan “Jumper” diberikan karena kebiasaannya melompat dari satu gerbong ke gerbong lain yang sedang bergerak.

Namun, kebiasaan berbahaya itu berujung petaka. Pada tahun 1877, James mengalami kecelakaan kerja setelah terpeleset saat berpindah gerbong. 

Kedua kakinya terlindas kereta hingga harus diamputasi. Setelah kejadian tersebut, James menggunakan kaki palsu berbahan kayu dan sebuah troli kecil untuk membantunya bergerak.

Kondisi fisiknya membuat aktivitas sehari-hari menjadi sulit, terutama perjalanan menuju tempat kerja yang cukup jauh. 

Hingga suatu hari, James melihat seekor babon di pasar yang mampu mendorong gerobak dengan sangat baik. Ia terkesan dengan kecerdasan hewan tersebut dan akhirnya memutuskan untuk membeli babon itu.

Babon tersebut kemudian diberi nama Jack. Awalnya, Jack hanya dilatih untuk membantu mendorong troli James menuju stasiun setiap hari. 

Selain itu, Jack juga membantu pekerjaan rumah seperti menyapu lantai, membuang sampah, dan melakukan pekerjaan sederhana lainnya yang sulit dilakukan James setelah kehilangan kedua kakinya.

Melihat kemampuan Jack yang terus berkembang, James mulai melatih babon itu untuk membantu pekerjaannya di stasiun kereta api. 

Secara perlahan, Jack diajarkan cara mengoperasikan tuas sinyal rel menggunakan kode isyarat tangan sederhana dari James. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube @risyadandson

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kisah Langka di Afrika Selatan, Babon Jadi Pengatur Sinyal Kereta

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!