Ilustrasi telepon tua. (Pixabay/Alexas_Fotos)
INDOZONE.ID - Perkembangan teknologi telah mengubah banyak aspek kehidupan manusia. Berbagai aktivitas yang dahulu mengandalkan kemampuan dan ingatan kini dapat dilakukan dengan bantuan perangkat digital.
Akibatnya, sejumlah keterampilan yang pernah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari perlahan mulai ditinggalkan dan semakin jarang dimiliki generasi masa kini.
Salah satu keterampilan yang dahulu sangat umum dimiliki adalah kemampuan menghafal nomor telepon.
Sebelum kehadiran ponsel pintar yang dapat menyimpan ribuan kontak secara otomatis, masyarakat harus mengingat sendiri nomor telepon keluarga, teman, maupun rekan kerja.
Baca juga: Mengungkap Sejarah dan Fakta Tentang Bahasa Jerman yang Memikat Dunia
Sebagian orang bahkan mencatat nomor-nomor penting tersebut dalam buku khusus agar tidak mudah terlupakan.
Pada masa itu, menghafal nomor telepon menjadi kebutuhan sehari-hari. Tidak sedikit orang yang mampu mengingat puluhan hingga ratusan nomor kontak.
Sebagai contoh, Presiden keempat Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dikenal memiliki kemampuan mengingat nomor telepon dalam jumlah besar.
Berdasarkan sejumlah kesaksian tokoh Nahdlatul Ulama, Gus Dur disebut mampu menghafal hingga ribuan nomor telepon. Dalam bukunya yang berjudul Gus! Sketsa Seorang Guru Bangsa, Gus Dur bahkan mengaku masih mengingat sekitar 1.000 nomor telepon.
Berbeda dengan kondisi saat ini, banyak orang tidak lagi menghafal nomor telepon karena seluruh data kontak telah tersimpan di perangkat digital. Bahkan, tidak sedikit yang hanya mengingat nomor telepon anggota keluarga terdekat.
Selain menghafal nomor telepon, kemampuan membaca cuaca dan tanda-tanda alam juga merupakan keterampilan yang dahulu sangat penting.
Para petani, nelayan, hingga masyarakat umum terbiasa mengamati kondisi lingkungan untuk memperkirakan perubahan cuaca.
Mereka dapat memprediksi datangnya hujan, arah badai, maupun pergantian musim hanya dengan memperhatikan bentuk awan, tingkat kelembaban udara, serta perilaku hewan di sekitarnya.
Perpindahan koloni semut, burung yang terbang lebih rendah dari biasanya, hingga aroma tanah yang muncul sebelum hujan menjadi beberapa indikator alam yang sering dijadikan acuan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube @risyadandson