INDOZONE.ID - Revolusi Putih merupakan sebuah gerakan revolusioner yang terjadi di India pada tahun 1960-an dan 1970-an.
Gerakan ini bertujuan untuk membuat negara India swasembada dalam produksi susu dan produk susu lainnya.
Sebelum Revolusi Putih, India bergantung pada impor susu dan kebutuhan nutrisi rakyatnya sering kali tidak terpenuhi.
Namun, berkat upaya gigih dan kerja keras para petani dan pemerintah, Revolusi Putih berhasil mengubah wajah industri susu di India.
Pada awal tahun 1960-an, India menghadapi krisis pangan yang serius. Produksi susu sangat rendah dan sebagian besar rakyat India kekurangan asupan protein hewani.
Pada tahun 1965, produksi susu India hanya mencapai 22 juta ton, sementara kebutuhan nasional mencapai 27 juta ton.
Kondisi ini diperparah oleh kurangnya infrastruktur dan pemasaran yang memadai untuk mendistribusikan susu ke seluruh wilayah India.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah India mengambil langkah-langkah penting. Mereka memulai program pembangunan peternakan sapi perah yang disebut Operation Flood.
Program ini dipimpin oleh Verghese Kurien, seorang insinyur susu yang brilian dan visioner.
Revolusi Putih dilaksanakan melalui beberapa langkah strategis, di antaranya:
Salah satu pilar utama Revolusi Putih adalah pembentukan koperasi susu di tingkat desa. Koperasi ini memberikan kesempatan kepada petani kecil untuk menjual susu mereka dengan harga yang adil, dan memastikan pendapatan yang stabil.
Baca Juga: Anandi Gopal Joshi: Perjuangan Menjadi Dokter Wanita Pertama India di Tengah Tradisi Patriarki
Koperasi susu ini juga membantu petani dalam hal pelatihan, pemasaran, dan distribusi susu.
Pemerintah India bekerja sama dengan lembaga penelitian dan universitas untuk meningkatkan produktivitas ternak sapi perah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: NDDB