Ilustrasi Kaisar Meiji (worldhistory.org).
INDOZONE.ID - Sebelum menjadi negara yang kita kenal pada masa ini, Jepang merupakan negara yang masih menganut paham feodalisme.
Setiap wilayah-wilayah di Jepang dipimpin oleh para shogun yang menggantikan sistem pemerintahan kaisar.
Sistem feodalisme Jepang berlangsung dari akhir Abad ke-12 hingga akhir Abad ke-19 ketika Restorasi Meiji dimulai.
Selama periode feodal, negara Jepang tertinggal dari negara lain yang telah maju terutama dalam bidang teknologi dan Industri.
Pada tahun 1603 setelah Periode Sengoku, Keshogunan Tokugawa berdiri dan mulai memerintah Jepang dibawah pimpinannya.
Baca juga: Bangkitnya Negeri Matahari Terbit: Transformasi Jepang Dimulai Di Era Meiji
Keshogunan Tokugawa berkuasa selama 250 tahun yang penuh dengan perdamaian dan kemakmuran. Hal itu ditandai kemunculan kelas pedagang baru dan meningkatnya urbanisasi.
Selama Periode Edo, Keshogunan Tokugawa menerapkan kebijakan sakoku yang membatasi interaksi Jepang dengan Bangsa Asing untuk menjaga integritas negara dari pengaruh-pengaruh luar.
Namun angin politik berubah. Shogun Tokugawa semakin melemah pada pertengahan Abad ke-19.
Pada awal tahun 1868, dua klan kuat yaitu klan Choshu dan Satsuma, bergabung dengan gerakan merebut kekuasaan sebagai bagian dari "restorasi kekaisaran" yang disebut Kaisar Meiji.
Restorasi Meiji menandai awal dari akhir feodalisme di Jepang, dan akan mengarah pada munculnya Jepang modern.
Baca juga: Naga yang Bangun Tidur: Dari Dinasti ke Republik, Kisah Seratus Tahun Gairah Tiongkok
Restorasi Meiji ialah periode perubahan politik, ekonomi, dan sosial besar di Jepang yang dimulai pada tahun 1868.
Kaisar Meiji menggulingkan Keshogunan Tokugawa dan menjadi kekuasaan eksekutif pusat Jepang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britanica.com