Ilustrasi Restorasi Meiji (britanica.com)
INDOZONE.ID - Pada pertengahan abad ke-19, Jepang mengalami guncangan besar ketika bangsa asing mulai meminta akses ke wilayahnya.
Selama lebih dari dua abad, pemerintahan Tokugawa menerapkan kebijakan tertutup yang ketat di Jepang.
Namun, kedatangan kapal-kapal Amerika pada tahun 1853 menyadarkan Jepang bahwa dunia telah mengalami perubahan cepat, sementara mereka masih terperangkap dalam sistem feodal yang kaku.
Tuntutan internasional dan ketegangan di dalam negeri membawa kesadaran bahwa Jepang tidak bisa lagi bertahan dengan cara lama.
Keadaan ini memberikan dorongan yang kuat untuk munculnya Restorasi Meiji, sebuah perubahan signifikan yang mengubah jalur sejarah Jepang dan menandai awal kebangkitannya sebagai "Negeri Matahari Terbit".
Baca juga: Bagaimana Restorasi Meiji Mengubah Wajah Jepang yang Terbelakang?
Perubahan kekuasaan ke Kaisar Meiji pada tahun 1868 merupakan titik penting yang menandai awal transformasi ini.
Pemerintahan baru ini berkomitmen untuk memperbaiki hubungan antara pemerintah dan masyarakat dengan menciptakan struktur politik yang lebih terpusat dan efisien.
Secara bertahap, sistem feodal yang memegang kendali atas kehidupan sosial mulai dihapus, dan kekuasaan daimyo diserahkan ke pemerintah pusat.
Kebijakan-kebijakan awal mencerminkan tekad Jepang untuk menanggulangi ketertinggalan dan membangun dasar bagi negara modern yang sebanding dengan bangsa-bangsa lainnya.
Tindakan ini menunjukkan bahwa Jepang tidak hanya ingin bertahan, tetapi juga ingin bangkit sebagai negara yang kuat dan berdaulat.
Baca juga: Disintergrasi India: Perjalanan Panjang Konflik Sejak Prakemerdekaan, Hingga Kelahiran Bangladesh
Dalam hal pendidikan, sektor ini menjadi dasar paling penting untuk semua perubahan tersebut.
Pemerintah Meiji memahami bahwa pembangunan tidak mungkin terjadi tanpa masyarakat yang berpendidikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jurnal Kreativitas Dalam Pendidikan, Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Pemerintahan