Ilustrasi Piramida Giza Agung. (Wikimedia)
INDOZONE.ID - Piramida Giza menjulang sebagai lambang keagungan peradaban Mesir kuno. Di balik pesonanya, tersimpan berbagai spekulasi mengenai misteri yang diyakini berada di bawah struktur tersebut.
Sejumlah teori modern yang ramai beredar di dunia maya, termasuk dugaan adanya kota bawah tanah, terus memicu rasa ingin tahu publik.
Terbaru, pernyataan dua peneliti asal Italia kembali menarik perhatian. Lalu, apakah benar terdapat kota tersembunyi di bawah piramida Mesir kuno?
Baca juga: Transformasi Agama Hindu dari Masa ke Masa
Dua peneliti Italia, Dr. Corrado Malanga, ahli kimia organik yang kini pensiun dan Dr. Filippo Biondi, mantan akademisi sekaligus pakar penginderaan jauh, menyatakan bahwa mereka telah menemukan struktur raksasa berusia 38.000 tahun jauh di bawah Piramida Khafre.
Klaim tersebut, yang sekilas terdengar seperti kisah mitologis atau fiksi ilmiah, langsung memicu perdebatan luas di kalangan arkeolog.
Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Italia baru-baru ini, kedua ilmuwan itu menyatakan bahwa metode baru hasil paten mereka untuk menganalisis sinyal Synthetic Aperture Radar (SAR) mampu mengidentifikasi keberadaan struktur hingga dua kilometer di bawah permukaan tanah.
Menurut mereka, citra tersebut menampilkan delapan terowongan yang dikelilingi jalur spiral, terhubung ke dua struktur kubus setinggi 90 meter. Di atasnya, terdapat lima struktur lain yang saling terhubung melalui lorong-lorong.
Rekonstruksi berbasis teknologi AI tersebut diklaim merepresentasikan sebuah kota kuno yang melegenda, bahkan ada yang menafsirkannya sebagai “pembangkit energi” dari masa prasejarah.
Wacana mengenai keberadaan ruang tersembunyi di bawah dataran tinggi Giza sejatinya telah lama berkembang. Sejarawan Yunani kuno, Herodotus, pernah menyinggung hal ini.
Pada masa Abad Pertengahan hingga era Renaisans, isu tersebut kembali mencuat dan semakin menguat pada abad ke-20 ketika cenayang Edgar Cayce menyebarluaskan mitos "Hall of Records", yakni ruang arsip kuno yang diyakini tersembunyi di bawah piramida.
Di era modern, teori-teori ini kerap bercampur dengan klaim pseudosains, termasuk pandangan bahwa piramida adalah teknologi alien.
Salah satu faktor yang membuat klaim terbaru ini cepat menyebar luas adalah rekam jejak akademik kedua peneliti tersebut. Malanga dan Biondi sebelumnya telah mempublikasikan karya ilmiah yang melalui proses penelaahan sejawat terkait struktur internal Piramida Khafre.
Oleh sebab itu, bagi sebagian kalangan, temuan terbaru ini dinilai memiliki tingkat kredibilitas yang lebih tinggi dibandingkan teori konspirasi tentang piramida yang selama ini beredar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: National Geographic