KH Abdul Wahab Chasbullah dalam Sebuah Rapat Akbar Pergerakan Nasional. (sumber: nu.or.id)
INDOZONE.ID - Kiprah Nahdlatul Ulama (NU) mulai menonjol di dunia politik ketika Belanda menjalankan politik adu domba (divide et impera) untuk melemahkan bangsa Indonesia. Rakyat diadu antar suku, kelompok, hingga agama, sehingga Belanda berhasil menguasai berbagai wilayah di Nusantara.
Kebijakan-kebijakan kolonial yang menekan membuat rakyat semakin menderita. Melihat kondisi itu, NU tampil sebagai organisasi yang mengambil sikap tegas.
Langkah pertama NU adalah menerapkan politik non-kooperatif terhadap Belanda untuk menumbuhkan kebencian terhadap penjajah. Sikap ini terlihat ketika NU menolak menempatkan wakilnya di Volksraad (Dewan Rakyat).
Para ulama NU juga mengharamkan segala aktivitas yang berkaitan dengan kolonial, demi menumbuhkan semangat kebangsaan dan anti-penjajahan. Salah satu wujud perjuangan itu adalah berdirinya Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) wadah pemersatu umat Islam di masa kolonial Belanda.
Baca juga: NU dan Muhammadiyah, Dua Organisasi Keagamaan yang Saling Melengkapi dalam Membangun NKRI
Dalam bidang sosial-keagamaan, NU aktif memperkuat dakwah Islam untuk menghadang gerakan misionaris Belanda yang menyebarkan paham Kristen. NU berusaha agar masyarakat tetap menjaga akidah Islam sambil menanamkan jiwa nasionalisme.
Semangat itu tercermin dalam slogan “Jihad Fi Sabilillah” dan nama Nahdlatul Ulama itu sendiri, yang berarti “Kebangkitan Para Ulama”. Para kiai dan santri pun menjadi motor perjuangan rakyat dalam melawan penjajahan.
Pemerintah Belanda sempat menghambat perkembangan pendidikan Islam melalui berbagai kebijakan, seperti:
Kebijakan ini menekan pendidikan Islam, namun NU tidak tinggal diam.
Baca juga: Riwayat Hidup K.H.R. Asnawi: Ulama Kudus Nahdlatul Ulama yang Kharismatik dan Berprinsip Teguh
Semangat perjuangan itu disatukan dalam pesan Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri NU:
“Hubbul Wathan Minal Iman” cinta tanah air adalah sebagian dari iman.
Semboyan ini menjadi dasar perjuangan NU dalam membangkitkan semangat kebangsaan, menjaga persatuan umat, dan melawan penjajahan demi kemerdekaan Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Research Gate