Shen Kuo sang Pemikir Visioner Tiongkok (sumber: wikipedia)
INDOZONE.ID - Ilmu pengetahuan jadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia, dan sepanjang sejarah, ada banyak tokoh brilian yang bikin perubahan besar di dunia. Kalau di Barat kita mengenal nama-nama seperti Newton, Tesla, atau Archimedes, Tiongkok juga punya ilmuwan jenius yang enggak kalah keren yaitu Shen Kuo.
Shen Kuo (1031–1095 M) adalah ilmuwan serbabisa dari era Dinasti Song. Dia bukan cuma pintar di satu bidang, tapi ahli astronomi, geografi, geologi, teknik, bahkan politik! Lahir di Hangzhou, Zhejiang, Shen memulai kariernya sebagai birokrat pemerintahan, tapi kepalanya selalu dipenuhi rasa ingin tahu soal alam semesta.
Nggak heran kalau dia kemudian menjabat di Biro Astronomi dan bikin gebrakan besar dalam observasi langit dan teknologi pengukuran waktu.
Saat dipercaya memimpin observatorium kekaisaran, Shen Kuo langsung tancap gas. Menurutnya, alat-alat observasi saat itu udah ketinggalan zaman. Dia lalu memperbarui alat seperti sfera armil, jam air (clepsydra), dan gnomon (alat buat ukur bayangan matahari).
Lewat karyanya Hun Yi Yi dan Ying Biao Yi, dia enggak cuma memaparkan teori, tapi juga ngasih solusi teknis buat meningkatkan akurasi pengamatan astronomi. Inovasinya bikin observatorium jadi lebih canggih dan efektif.
Yang bikin Shen Kuo makin epic, dia punya teori geologi yang mind-blowing untuk zamannya. Dalam buku terkenalnya Mengxi Bitan (Catatan Kolam Impian), dia menulis soal perubahan bentuk bumi dari waktu ke waktu. Dia menyebut soal pengendapan, erosi, dan pergeseran daratan, jauh sebelum sains modern ngomongin hal itu.
Dia juga menemukan fosil laut di pegunungan dan menyimpulkan kalau dulu laut pernah menjangkau area tersebut. Gokilnya lagi, dia udah paham tentang magnetisme dan kegunaan kompas magnetik buat navigasi.
Selain urusan teknis dan sains, Shen Kuo juga punya sisi filosofis dan kritis. Di Mengxi Bitan, dia bahas banyak hal mulai dari etika, pengamatan sosial, sampai refleksi kehidupan. Buku ini jadi semacam encyclopedia yang mencerminkan cara pikir rasional dan terbuka khas dirinya.
Dia bahkan mengkritik cara lama dalam membaca arah angin dan nyaranin pendekatan baru yang lebih akurat dengan mempertimbangkan kabut, topografi, dan kondisi lingkungan.
Baca juga: Lu Buwei: Mentor Pemimpin Tiran di Tiongkok Kuno
Shen Kuo meninggal tahun 1095 di usia 64 tahun, tapi warisannya tetap hidup. Pemikirannya yang multidisipliner jadi inspirasi ilmuwan generasi berikutnya, bahkan sampai di luar Tiongkok. Kontribusinya dalam astronomi, geologi, dan teknologi terbukti timeless.
Shen Kuo jadi bukti bahwa ilmuwan bukan cuma orang yang jago hitung-hitungan, tapi juga bisa jadi pemikir, reformis, dan penulis yang bikin perubahan besar buat dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jstor.org