INDOZONE.ID - Penemuan unik kembali datang dari dunia sains. Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi spesies laba-laba kecil yang memiliki kemampuan luar biasa, yakni mampu berburu mangsa yang ukurannya jauh lebih besar dari tubuhnya.
Melansir laman SciTechDaily, Sabtu (25/04/2026) spesies baru ini diberi nama Pikelinia floydmuraria, bagian dari genus laba-laba Pikelinia. Meski ukurannya hanya sekitar 3 hingga 4 milimeter, laba-laba ini menunjukkan kemampuan berburu yang tidak biasa.
Laba-Laba Kecil dengan Kemampuan Besar
Salah satu hal paling menarik dari Pikelinia floydmuraria adalah kemampuannya menangkap mangsa yang jauh lebih besar dari tubuhnya.
Para peneliti menemukan bahwa laba-laba ini dapat memangsa semut yang ukurannya hingga enam kali lebih besar dibandingkan bagian tubuh utamanya.
Baca juga: Laba-Laba si Predator Kecil yang Menguasai Dunia, Benarkah Bisa Memakan Manusia?
Selain semut, laba-laba ini juga memakan berbagai jenis serangga lain seperti:
- Lalat dan nyamuk (Diptera)
- Kumbang (Coleoptera)
- Serangga lain yang umum ditemukan di lingkungan perkotaan
Kemampuan ini membuatnya berpotensi menjadi predator alami yang efektif dalam mengendalikan populasi hama rumah tangga.
Hidup di Dinding dan Area Perkotaan
Sesuai dengan namanya, Pikelinia floydmuraria memiliki kebiasaan hidup di celah dinding bangunan. Kata “muraria” sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti “dinding”, menggambarkan habitat utama laba-laba ini.
Para ilmuwan juga menemukan bahwa laba-laba ini sering membuat jaring di dekat sumber cahaya buatan. Hal ini bukan tanpa alasan, karena banyak serangga seperti nyamuk dan lalat tertarik pada cahaya.
Dengan strategi tersebut, laba-laba ini dapat menangkap mangsa dengan lebih mudah dan efisien. Secara tidak langsung, keberadaannya juga membantu menjaga keseimbangan ekosistem di lingkungan perkotaan.
Nama Unik Terinspirasi Musik
Penamaan spesies ini juga cukup menarik. Nama “floydmuraria” terinspirasi dari band rock legendaris Pink Floyd, sekaligus merujuk pada album terkenal mereka, The Wall.
Kombinasi nama ini mencerminkan habitat laba-laba yang hidup di dinding sekaligus menjadi penghormatan terhadap budaya populer.
Petunjuk Hubungan Evolusi
Penelitian ini tidak hanya menemukan spesies baru, tetapi juga membuka wawasan tentang hubungan evolusi laba-laba Pikelinia.
Baca juga: Fakta Menarik Laba-Laba Merak: Tampilkan Ritual Tarian Unik Demi Memikat Pasangan yang Bikin Gemes
Para ilmuwan menemukan kemiripan antara Pikelinia floydmuraria dengan Pikelinia fasciata yang berasal dari Kepulauan Galapagos. Struktur tubuh, terutama pada bagian tertentu, menunjukkan kesamaan yang cukup kuat.
Meski demikian, para peneliti masih belum memastikan apakah kesamaan ini disebabkan oleh nenek moyang yang sama atau karena adaptasi terhadap lingkungan yang serupa.
Potensi untuk Penelitian Lanjutan
Penemuan ini menjadi langkah awal untuk memahami lebih jauh peran laba-laba kecil dalam ekosistem, khususnya di area perkotaan.
Para peneliti menyarankan studi lanjutan, termasuk analisis DNA dan penelitian molekuler, untuk mengungkap asal-usul spesies ini serta memperjelas hubungan evolusinya.
Baca juga: Anansi: Sang Laba-Laba dalam Mitologi Cerita Rakyat Afrika Barat
Selain itu, penelitian lebih dalam juga diperlukan untuk memahami potensi Pikelinia floydmuraria sebagai pengendali hama alami yang ramah lingkungan.
Berdasarkan laman SciTechDaily, penemuan ini menegaskan bahwa bahkan spesies berukuran kecil sekalipun dapat memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: SciTechDaily