Penelitian Geologi Ungkap Bahwa Benua Amerika Bertabrakan Lebih Awal dari yang Diperkirakan
INDOZONE.ID - Penelitian geologi terbaru mengungkap fakta baru tentang sejarah pembentukan benua Amerika.
Para ilmuwan menemukan bahwa proses tabrakan tektonik besar yang berperan dalam membentuk Pegunungan Andes ternyata terjadi lebih awal dari yang selama ini diperkirakan.
Melansir laman SciTech Daily, Jumat (24/04/2026) temuan ini memberikan sudut pandang baru dalam memahami evolusi geologi kawasan Amerika Selatan, khususnya di wilayah Andes.
Mengubah Garis Waktu Tabrakan Benua
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Earth and Planetary Physics menunjukkan bahwa fase utama tabrakan antara Amerika Tengah dan Amerika Selatan kemungkinan besar telah berakhir sebelum sekitar 10 juta tahun lalu.
Baca juga: Karakteristik Benua Afrika dan Keunikannya yang Wajib Diketahui
Sebelumnya, para ilmuwan mengira proses tersebut berlangsung lebih lama. Namun, bukti terbaru mengindikasikan bahwa aktivitas tektonik besar sudah mereda lebih awal.
Penelitian ini dipimpin oleh Victor Piedrahita dan J. Li, dengan fokus pada analisis batuan vulkanik kuno di wilayah Andes Utara, tepatnya di Kolombia.
Peran Batuan Vulkanik sebagai “Catatan Waktu”
Dalam penelitian ini, para ilmuwan mempelajari batuan dari Provinsi Vulkanik Combia di Kolombia tengah. Batuan tersebut terbentuk pada periode Miosen akhir, sekitar 12 hingga 6 juta tahun lalu.
Batuan vulkanik dipilih karena memiliki kemampuan unik dalam merekam kondisi geologi saat terbentuk. Ketika lava mendingin dan mengeras, struktur di dalamnya dapat menyimpan informasi penting, layaknya “rekaman” dari masa lalu bumi.
Hal ini membuat batuan vulkanik menjadi sumber data yang sangat berharga untuk memahami proses yang terjadi di dalam kerak bumi.
Baca juga: Misteri Hilangnya Benua Lemuria
Mengungkap Petunjuk Lewat Struktur Magnetik
Untuk menelusuri sejarah tektonik, para peneliti menggunakan analisis struktur magnetik. Metode ini melihat orientasi mineral magnetik yang terkandung di dalam batuan.
Pendekatan tersebut membantu ilmuwan membedakan antara:
- Struktur asli yang terbentuk saat lava mengalir
- Perubahan yang terjadi akibat tekanan tektonik setelahnya
Menurut Victor Piedrahita, batuan vulkanik mampu menyimpan catatan detail proses geologi, dan struktur magnetiknya dapat menunjukkan kapan deformasi terjadi, sebelum, saat, atau setelah batuan terbentuk.
Bukti Tabrakan Terjadi Lebih Awal
Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar batuan masih mempertahankan struktur magnetik aslinya. Ini menandakan bahwa batuan tersebut tidak mengalami banyak perubahan akibat tekanan tektonik setelah terbentuk.
Meski ada beberapa lokasi yang menunjukkan tanda deformasi, skalanya relatif kecil dan tidak signifikan.
Baca juga: Perang atau Damai? Cara Islam Masuk ke Anak Benua India
Dari temuan ini, para peneliti menyimpulkan bahwa proses pemendekan dan deformasi kerak bumi akibat tabrakan benua kemungkinan besar sudah selesai sebelum akhir periode Miosen.
Berdasarkan laman SciTech Daily, peristiwa tumbukan paling intens diperkirakan terjadi lebih awal, yakni pada periode Oligosen hingga Miosen tengah.
Penelitian terbaru ini mengungkap bahwa tabrakan antara Amerika Tengah dan Selatan yang membentuk Pegunungan Andes terjadi lebih awal dari perkiraan sebelumnya.
Bukti yang diperoleh dari batuan vulkanik di Kolombia menunjukkan bahwa aktivitas tektonik besar telah mereda sebelum 10 juta tahun lalu.
Temuan ini tidak hanya memperbarui pemahaman tentang sejarah geologi kawasan tersebut, tetapi juga menegaskan peran penting teknologi analisis magnetik dalam mengungkap proses bumi di masa lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Scitech Daily