Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 05 JUNI 2024 • 17:20 WIB

Chinchaga Fire, Kebakaran Hutan 4 Bulan di Benua Amerika yang Dampaknya sampai ke Eropa

Chinchaga Fire, Kebakaran Hutan 4 Bulan di Benua Amerika yang Dampaknya sampai ke EropaIlustrasi

INDOZONE.ID - Di wilayah Sungai Chinchaga yang terbentang dari British Columbia sampai Alberta, Kanada, pernah terjadi sebuah kebakaran hutan hebat yang membakar lahan seluas 1,4 juta hingga 1,7 juta hektar.

Wilayah hutan yang terkena dampak kebakaran saat itu dipenuhi oleh pohon cemara dan pohon pinus. Soal penyebab kebakarannya, masyarakat sempat sepakat kalau semua itu adalah karena ulah manusianya sendiri.
 
Ada yang menyebutkan kalau kebakaran ini berasal dari perbuatan pegawai perusahaan bahan bakar Kanada yang bernama Imperial Oil.
 
Saat itu, mereka tengah melakukan survei ke wilayah hutan sekitar Sungai Chinchaga. Dalam proses surveinya, mereka dengan sengaja menyalakan api untuk mencegah kuda mereka mengganggu proses survei dengan berusaha memakan serangga pohon.
 
Sialnya, karena api itulah kebakaran hutan terparah di Benua Amerika Utara ini bisa terjadi. Dengan gundulnya sejumlah wilayah hutan saat itu, api pun merambat dengan cepat dan menyebar hingga ke daerah pemukiman warga.
 
 
Kejadian ini terjadi di tanggal 1 Juni 1950 dengan titik api pertamanya berada di kawasan Fort St. John, British Columbia. Kemudian, api ini terus merambat hingga ke kawasan Keg River, Alberta, Kanada.
 
 
Tidak hanya menyerang lahan dalam skala besar, kebakaran ini juga berlangsung sangat lama, yakni 4 bulan lamanya. Kebakaran ini baru bisa dihentikan pada saat musim hujan tiba di bulan Oktober 1950.
 
Tidak ada upaya yang dilakukan oleh pemadam kebakaran setempat untuk memadamkan api yang membakar lahan seluas 1,4-1,7 juta hektar tersebut. Yang bisa mereka lakukan hanya mencegah api menyebar ke wilayah pemukiman saja, sedangkan lahannya dibiarkan terbakar.
 
Dampak lain dari kebakaran hutan ini adalah kepulan asap tebal yang menutupi AS dan sebagian negara di Eropa, seperti Skotlandia, Inggris, Perancis, Belanda, Portugal sampai Denmark.
 
Peristiwa kepulan asap ini terjadi pada akhir bulan September 1950. Kepulan asap ini baru hilang saat hujan turun di musim Gugur.
 
Chinchaga Fire, Kebakaran Hutan 4 Bulan di Benua Amerika yang Dampaknya sampai ke Eropa
Chinchaga Fire, Kebakaran Hutan 4 Bulan di Benua Amerika yang Dampaknya sampai ke Eropa
 
Fun fact, pihak AS sempat mengeluarkan berbagai macam teori konspirasi terkait munculnya asap tebal akibat kebakaran hutan di Kanada, mulai dari perang nuklir, eksperimen rahasia milik militer AS, ledakan bom atom, kemunculan makhluk mistis, sampai serangan alien.
 
 
Meski begitu, ada juga yang berpendapat kalau kepulan asap tebal tersebut muncul akibat kebakaran hutan yang terjadi di suatu tempat.
 
 
Pada periode 2008-2009, para peneliti dari Departemen Sumber Daya Alam Kanada dan Universitas Victoria melakukan penelitian untuk mengetahui luas lahan yang terkena dampak kebakaran hutan di tahun 1950.
 
Dengan menggunakan metode analisa polarimetri, para peneliti menyimpulkan bahwa luas lahan yang terkena dampak kebakaran mencapai 1,7 juta hektar.
 
Meskipun tidak ada upaya untuk memadamkan kebakaran di area hutan, tapi upaya pemadam kebakaran setempat dalam mencegah penyebaran api ke pemukiman warga tergolong berhasil.
 
Pasalnya, tidak ada satupun korban jiwa dalam kebakaran lahan tersebut. Akan tetapi, kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa itu nilainya jauh lebih besar.

Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Chinchaga Fire, Kebakaran Hutan 4 Bulan di Benua Amerika yang Dampaknya sampai ke EropaBanner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Earth.org, Fishwrap, Wikipedia Chinchaga Fire

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Chinchaga Fire, Kebakaran Hutan 4 Bulan di Benua Amerika yang Dampaknya sampai ke Eropa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!