Rabu, 22 APRIL 2026 • 11:32 WIB

Fosil Cannabis Tertua Ditemukan di Jerman, Usianya 56 Juta Tahun

Author

Fosil daun cannabis berusia 56 juta tahun ditemukan di Jerman, menggeser perkiraan asal-usul genus Cannabis 30 juta tahun lebih awal. (Dok. Ludwig LuthardtMuseum fur Naturkunde)

INDOZONE.ID - Fosil daun yang diduga kerabat cannabis tertua di dunia ditemukan di Saxony-Anhalt, Jerman.

Melansir IFLScience, usianya diperkirakan antara 56 hingga 48 juta tahun, jauh lebih tua dari perkiraan sebelumnya yang menyebut genus Cannabis baru muncul sekitar 20–28 juta tahun lalu.

Selama ini, cannabis diyakini berasal dari Dataran Tinggi Tibet, Asia. Tapi fosil dari Jerman ini menantang narasi itu.

Daun fosil tersebut pertama kali dideskripsikan pada tahun 1883, lalu tersimpan begitu saja di koleksi museum selama sekitar 150 tahun.

Baru sekarang para peneliti memeriksanya ulang secara serius. Bentuk daun dan pola uratnya punya kemiripan sangat dekat dengan tanaman cannabis modern.

Baca juga: Bisakah Manusia Hidup selama 150 Tahun? Begini Penjelasannya

Baca juga: Bisakah AI Bantu Manusia Bicara dengan Hewan? Ini Penjelasan dari Ahli

Kalau temuan ini terkonfirmasi, garis waktu evolusi genus Cannabis akan mundur sekitar 30 juta tahun.

Bukan Cannabis yang Kita Kenal Sekarang

Jangan salah paham dulu. Fosil ini bukan Cannabis sativa atau Cannabis indica yang dikenal saat ini.

Para peneliti meyakini fosil tersebut mewakili kerabat punah dari masa jauh sebelum manusia ada. Apalagi sebelum manusia mulai membudidayakannya.

Varietas cannabis modern sudah sangat dipengaruhi oleh ribuan tahun pemuliaan selektif oleh manusia, sehingga bentuknya kini sangat berbeda dari nenek moyangnya.

Apakah tanaman purba ini mengandung THC? Sayangnya, fosil tidak mengawetkan trikoma, yakni struktur kecil tempat kanabinoid seperti THC diproduksi.

"Ini menarik secara ilmiah tetapi tidak relevan secara klinis. Pasien yang bertanya tentang hal ini harus memahami bahwa sejarah kuno suatu tanaman tidak memberi tahu kita apa pun tentang khasiat terapeutik modern atau profil keamanannya," ujar Dr. Caplan dari CedClinic.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU