Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 03 APRIL 2024 • 18:57 WIB

Kisah Kontroversi Mumi Putri Persia di Pakistan: Kesalahan Indentifikasi yang Ternyata Korban Pembunuhan

Kisah Kontroversi Mumi Putri Persia di Pakistan: Kesalahan Indentifikasi yang Ternyata Korban PembunuhanIlustrasi mumi Putri Persia di Pakistan yang ternyata palsu. (Istimewa)

INDOZONE.ID - Sebuah kontroversi terbesar di dunia arkeologi, sempat terjadi di Pakistan pada 2000 silam yang dikenal dengan nama mumi dari Persia.

Mumi tersebut merupakan mumi putri Persia yang kemudian mendapat perhatian besar dan investigasi lebih lanjut, lantaran dianggap palsu dan kemungkinan korban pembunuhan.

Berikut ini beberapa fakta yang Indozone kutip dari Acheorlogy.org.

Penemuan mumi di Balochistan

Kisah Kontroversi Mumi Putri Persia di Pakistan: Kesalahan Indentifikasi yang Ternyata Korban PembunuhanKisah Mumi Persia. (Archeology.org)

Mumia tersebut ditemukan di Balochistan, Pakistan pada 19 Oktober 2000. Berdasarkan pihak berwenang Pakistan, seorang pria bernama Ali Aqbar mengklaim memiliki mumi untuk dijual.

Baca Juga: Warga Yaman Temukan Mumi Berusia 2.000 Tahun di Tempat Sampah, Isi Perutnya Hilang

Ketika ditanya oleh polisi, Aqbar memberitahu mereka di mana mumi tersebut berada; di rumah pemimpin suku Wali Mohammed Reeki di Kharan, Baluchistan dekat perbatasan Afghanistan.

Reeki mengklaim dia menerima mumi tersebut dari seorang Iran bernama Sharif Shah Bakhi, yang mengatakan bahwa dia menemukannya setelah gempa bumi di dekat Quetta.

Mumi tersebut telah ditawarkan di pasar barang antik gelap seharga 600 juta rupee, setara dengan US$11 juta.

Pengidentifikasian 

Dalam konferensi pers pada 26 Oktober, ahli arkeologi Pakistan Ahmad Hasan Dani dari Universitas Quaid-e-Azam Islamabad mengumumkan bahwa mumi tersebut tampaknya adalah seorang putri yang berasal dari sekitar 600 SM. Mumia tersebut dibungkus dengan gaya Mesir kuno, dan beristirahat di dalam peti mati kayu berlapis emas dengan ukiran paku dalam sebuah sarkofagus batu.

 Baca Juga: Sejarah Cadaver dari Masa ke Masa, Sempat Dilarang dan Jadi Pemicu Aksi Pencurian Mayat hingga Pembunuhan

Peti mati tersebut diukir dengan gambar faravahar yang besar. Mumia tersebut berada di atas lapisan lilin dan madu, ditutupi oleh batu dan memiliki mahkota emas di dahinya. Sebuah tulisan di pelat dada emas mengklaim bahwa dia adalah Rhodogune yang kurang dikenal, putri dari raja Xerxes I dari Persia dan anggota dinasti Achaemenid.

Hasan Dani berspekulasi bahwa dia mungkin adalah seorang putri Mesir yang menikah dengan seorang pangeran Persia, atau putri dari raja Achaemenid Cyrus Agung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kisah Kontroversi Mumi Putri Persia di Pakistan: Kesalahan Indentifikasi yang Ternyata Korban Pembunuhan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!