Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 16 DESEMBER 2023 • 13:26 WIB

Sejarah Cadaver dari Masa ke Masa, Sempat Dilarang dan Jadi Pemicu Aksi Pencurian Mayat hingga Pembunuhan

Sejarah Cadaver dari Masa ke Masa, Sempat Dilarang dan Jadi Pemicu Aksi Pencurian Mayat hingga PembunuhanMahasiswa kedokteran McGill, Montreal yang Sedang Melakukan Studi Anatomi pada Tahun

INDOZONE.ID - Usai ramai kasus penemuan mayat di Universitas Prima Medan, Sumatera Utara, masyarakat Indonesia dibuat menduga-duga latar belakang mayat tersebut. Banyak diantaranya yang berspekulasi bahwa mayat tersebut merupakan cadaver. Lantas, apa itu cadaver?

Secara singkat, cadaver merupakan mayat manusia yang biasa digunakan oleh mahasiswa kedokteran, dokter maupun ilmuwan lain untuk mempelajari anatomi, mengidentifikasi lokasi penyakit, menentukan penyebab kematian dan menyediakan jaringan untuk memperbaiki cacat pada manusia yang hidup.

Dalam praktiknya, tak hanya profesional dunia medis saja yang menggunakan mayat sebagai media belajar. Profesi lain yang juga sering bersinggungan dengan mayat adalah arkeologi dan seni.

Baca Juga: Benedict Arnold: dari Pahlawan Revolusi ke Pengkhianat Terbesar dalam Sejarah Amerika Serikat!

Perkembangan Penggunaan Cadaver dalam Dunia Pendidikan

Penggunaan cadaver dalam dunia pendidikan telah dilakukan sejak zaman dulu. Selama berabad-abad lalu, para dokter Yunani Kuno telah banyak mempelajari dan mengembangkan informasi terkait tubuh manusia. Puncak perkembangan ilmu medis Yunani ditandai dengan berdirinya sekolah kedokteran Yunani di Alexandria pada abad ke-3 SM.

Pada masa itu, pandangan moral dan agama menjadi hambatan utama para dokter kuno untuk meneliti lebih jauh anatomi manusia. Meskipun demikian, Herophilus dari Chalcedon dan Erasistratus dari Ceos dengan nekat mengabaikan hal tersebut dengan melakukan pembedahan manusia untuk tujuan memperluas khasanah ilmu anatomi.

Untuk menyukseskan rencana penelitiannya, Herophilus dan Erasistratus meminta perlindungan kerajaan. Para penguasa Yunani yang saat itu berambisi menjadikan Alexandria sebagai pusat ilmu pengetahuan pun akhirnya memutuskan untuk menyerahkan jasad para penjahat yang dieksekusi untuk keperluan penelitian Herophilus dan Erasistratus.

Baca Juga: Mengenal Angrboda, Istri Loki yang Merupakan Simbol Kekuatan Alam Liar

Namun, setelah kematian Herophilus dan Erasistratus, pembedahan manusia seketika menjadi terlupakan. Hal ini diperkirakan karena muncul gagasan baru yang menyatakan bahwa pembedahan manusia tidak memiliki manfaat ilmiah dalam ilmu anatomi dan hasil klinis yang diinginkan dapat diperoleh melalui observasi yang dilakukan secara tidak langsung.

Para dokter dari generasi baru pun akhirnya semakin beralih ke analisis klinis dengan menjadikan rincian teks-teks dari masa lalu sebagai acuan. Jejak praktik pembedahan manusia pada akhirnya benar-benar hilang bersamaan dengan terbakarnya perpustakaan Alexandria pada tahun 389 M.

Faktor lain yang menyebabkan pembedahan manusia menjadi semakin ditinggalkan adalah semakin menguatnya pengaruh agama Kristen di Eropa. Pada abad pertengahan, perkembangan pemikiran dan penelitian rasional dilumpuhkan oleh otoritas gereja. Hal ini pun menyebabkan para dokter hanya dapat mengacu pada gagasan-gagasan tokoh terkemuka dari masa lalu tanpa mempedulikan kevalidan ilmiah gagasan tersebut.

Baca Juga: Mengenal Angrboda, Istri Loki yang Merupakan Simbol Kekuatan Alam Liar

Selama periode tersebut, daripada penelitian ilmiah, masyarakat Eropa lebih mementingkan kesucian gereja. Praktik pembedahan manusia yang dianggap sebagai bentuk penghujatan pun akhirnya dilarang dilakukan.

Meskipun pembedahan terhadap manusia telah dilarang, pada abad ke-11 M, pembedahan hewan mulai kembali bermunculan. Pasca ditinggalkan selama 1.700 tahun lamanya, pada tahun 1315, untuk pertama kalinya sejak kematian Herophilus dan Erasistratus, pembedahan manusia untuk mempelajari anatomi kembali dilakukan di Universitas Bologna, Italia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Journal Anatomy & Cell Biology

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sejarah Cadaver dari Masa ke Masa, Sempat Dilarang dan Jadi Pemicu Aksi Pencurian Mayat hingga Pembunuhan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!