INDOZONE.ID - Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi cadangan magma raksasa yang tersembunyi jauh di bawah wilayah Tuscany, Italia.
Volume magma ini diperkirakan mencapai sekitar 6.000 kilometer kubik, jumlah yang disebut-sebut setara dengan sistem supervulkan terkenal seperti Yellowstone.
Melansir laman SciTech Daily, Jumat (24/04/2026) temuan ini membuka perspektif baru tentang bagaimana sistem vulkanik besar dapat tersembunyi tanpa tanda-tanda jelas di permukaan bumi.
Baca juga: Misteri Air Terjun Yellowstone yang Jadi Legenda Hingga Sekarang
Salah satu pertanyaan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana ilmuwan bisa mendeteksi magma yang berada sangat dalam, bahkan hingga 15 kilometer di bawah permukaan, tanpa adanya indikasi visual di atas tanah.
Jawabannya terletak pada metode bernama tomografi kebisingan ambien.
Teknik ini memanfaatkan getaran alami bumi yang sangat halus, seperti yang berasal dari gelombang laut, angin, hingga aktivitas manusia.
Getaran tersebut kemudian direkam menggunakan sensor seismik beresolusi tinggi yang dipasang di permukaan. Dalam penelitian ini, sekitar 60 alat digunakan untuk menangkap data secara akurat.
Ketika gelombang getaran tersebut bergerak melalui lapisan bumi, kecepatannya akan berubah tergantung pada material yang dilaluinya.
Jika gelombang bergerak lebih lambat dari biasanya, hal itu bisa menjadi indikasi adanya material cair, seperti magma.
Berdasarkan laman SciTech Daily, tim peneliti dari Universitas Jenewa (UNIGE), bersama Institut Geosains dan Sumber Daya Bumi (CNR-IGG) serta Institut Nasional Geofisika dan Vulkanologi (INGV), berhasil menemukan reservoir magma besar di bawah Tuscany.
Cadangan ini diperkirakan memiliki volume sekitar 6.000 km dan berada pada kedalaman antara 8 hingga 15 kilometer di dalam kerak bumi.
Menariknya, wilayah Tuscany memang dikenal memiliki aktivitas panas bumi. Namun, sebelumnya para ilmuwan tidak menyadari bahwa terdapat volume magma sebesar ini di bawahnya.
Baca juga: Siklus Batuan di Bumi: Perjalanan Panjang dari Magma Hingga Kembali Lagi ke Dalam Perut Bumi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Scitech Daily