Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 13 JANUARI 2026 • 16:26 WIB

Otak Astronot Alami Perubahan Usai Misi Antariksa, Ini Penyebabnya!

Otak Astronot Alami Perubahan Usai Misi Antariksa, Ini Penyebabnya!Ilustrasi astronot. (Pixabay/WikiImages)

INDOZONE.ID - Selama setengah abad terakhir, misi antariksa dengan awak manusia memberikan banyak pelajaran tentang bagaimana tubuh menyesuaikan diri tanpa tarikan gravitasi Bumi. 

Tulang dapat kehilangan kepadatan, otot mengecil, cairan tubuh bergerak menuju kepala, dan bahkan tulang belakang bisa sedikit bergeser. 

Tapi bagaimana dengan otak?

Berdasarkan laman nautil.us. Penelitian terbaru yang dipublikasikan di PNAS menunjukkan bahwa otak manusia sebenarnya bergerak dan berubah bentuk saat berada di ruang hampa gravitasi. 

Baca juga: Astronot Bisa Sakit di Antariksa? Ini Fakta dan Penanganannya!

Studi ini dilakukan dengan meneliti hasil MRI 26 astronot sebelum dan sesudah misi luar angkasa. Hasilnya menunjukkan bahwa otak astronot bergeser ke arah belakang, ke atas, dan berputar sedikit ke arah belakang setelah berada di luar angkasa.

Menariknya, perubahan ini tidak terjadi merata di seluruh otak. Area tertentu, khususnya yang mengatur fungsi sensorimotor, mengalami pergeseran lebih signifikan. 

Pada astronot yang menghabiskan lebih dari satu tahun di luar angkasa, korteks motorik tambahan (bagian otak yang bertanggung jawab merencanakan dan mengoordinasi gerakan) bergerak lebih ke atas dibanding area lainnya.

Baca juga: Setelah 232 Hari di Luar Angkasa, 4 Astronot Balik ke Bumi dengan Pesawat Dragon SpaceX 

Perubahan ini juga berdampak pada kemampuan astronot saat kembali ke Bumi. Pergeseran besar pada posterior insula (bagian otak yang memproses sensasi tubuh) terkait dengan penurunan keseimbangan setelah misi. 

Namun, kabar baiknya, perubahan ini tidak permanen. Sekitar enam bulan setelah kembali ke Bumi, otak astronot biasanya pulih kembali ke posisi normal.

Adapun, pada penelitian sebelumnya yang dipublikasikan di Nature Microgravity pada 2016 yang dikutip dari laman earthsky (13/01/2026) juga menemukan hal yang serupa. 

Baca juga: William Anders, Astronot Apollo 8 yang Mengabadikan Earthrise Tewas dalam Kecelakaan Pesawat

MRI dari 26 astronot menunjukkan adanya penekanan dan pelebaran otak selama berada di ruang hampa. Semakin lama waktu yang dihabiskan di luar angkasa, semakin signifikan perubahan tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Earthsky.org, Nautil.us

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Otak Astronot Alami Perubahan Usai Misi Antariksa, Ini Penyebabnya!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!