INDOZONE.ID - Harry Roberts tercatat sebagai salah satu pelaku kejahatan paling kelam dalam sejarah kepolisian Inggris.
Harry dikenal sebagai sosok di balik pembunuhan tiga polisi yang mengguncang publik dan mengubah cara negara tersebut memandang keamanan aparat penegak hukum.
Peristiwa tersebut terjadi pada 12 Agustus 1966 di kawasan Shepherd’s Bush, London Barat. Saat itu, tiga petugas kepolisian tengah melakukan pemeriksaan rutin terhadap sebuah van.
Baca juga: Blunder Fatal Dinasti Qing di Balik Tragedi Pemberontakan Boxer
Tidak ada tanda-tanda mencurigakan hingga situasi berubah drastis dalam hitungan detik. Tanpa peringatan, Harry Roberts melepaskan tembakan yang menyebabkan dua polisi tewas di lokasi kejadian, sementara satu lainnya meninggal setelah ditembak dari jarak dekat melalui kaca mobil.
Aksi brutal dari Harry itu langsung mengejutkan Inggris, terutama karena kekerasan bersenjata terhadap polisi masih sangat jarang terjadi pada masa itu.
Publik pun ikut terpengaruh, mereka diliputi ketakutan, sementara kepolisian melancarkan pencarian besar-besaran.
Baca juga: Cerita Mencekam Petugas Keamanan Terra Drone Saat Kebakaran yang Memakan 22 Korban Jiwa
Perburuan terhadap Harry Roberts berlangsung selama 96 hari dan menjadi salah satu operasi pencarian terpanjang dalam sejarah kepolisian Inggris.
Harry diketahui memanfaatkan latar belakang pelatihan militernya untuk menghindari kejaran aparat. Ia berpindah-pindah tempat, hidup berpindah tanpa alamat tetap, hingga akhirnya berhasil ditangkap di Hertfordshire. Kemudian, Harry Roberts diadili di Old Bailey dan dinyatakan bersalah atas pembunuhan tersebut.
Pada saat itu hukuman mati di Inggris telah dihapus setahun sebelumnya dan pengadilan menyebut kejahatan ini sebagai salah satu yang paling keji dalam satu generasi.
Baca juga: 17 Pembunuh Berantai Zodiak Scorpio: Karakter Misterius yang Pendendam dan Agresif
Hakim menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup dengan masa minimum hukuman puluhan tahun kepada Harry.
Selama puluhan tahun di balik jeruji besi, Harry Roberts menjadi simbol perdebatan panjang soal hukuman seumur hidup, pembebasan bersyarat, serta perlindungan terhadap polisi.
Ketika ia akhirnya dibebaskan bersyarat pada 2014, keputusan tersebut menuai kemarahan, terutama dari kalangan kepolisian dan keluarga korban. Banyak yang menilai keadilan belum sepenuhnya ditegakkan, mengingat tiga polisi yang menjadi korban tidak mendapat keadilan yang setimpal.
Baca juga: Kisah Robert Durst, Serial Killer Dalam Film Dokumentar yang Tak Sengaja Mengakui Kejahatannya
Kasus Harry Roberts terus menjadi rujukan penting dalam diskusi hukum dan kebijakan pidana di Inggris. Perdebatan itu kembali menguat setelah kabar menyebutkan bahwa Harry Roberts meninggal dunia pada usia 89 tahun di rumah sakit karena penyakit singkat. Meninggalnya Harry Roberts menutup kisah panjang seorang pelaku kejahatan yang namanya akan selalu dikenang dalam sejarah kelam kepolisian Inggris.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian