Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 16 DESEMBER 2025 • 11:58 WIB

Joseph Kallinger, Serial Killer dengan Delusi Religius yang Membunuh Anaknya Sendiri

Joseph Kallinger, Serial Killer dengan Delusi Religius yang Membunuh Anaknya SendiriJoseph Kallinger (IMDb)

INDOZONE.ID - Joseph Kallinger dikenal sebagai salah satu serial killer paling mengerikan dalam sejarah Amerika Serikat. Ia lahir pada 11 Desember 1935 di Philadelphia, Pennsylvania, dan sejak kecil hidupnya dipenuhi kekerasan.

Pada usia dua tahun, Kallinger ditelantarkan oleh orang tua kandungnya dan kemudian diadopsi oleh pasangan asal Jerman yang dikenal sangat kejam.

Masa kecil Kallinger dipenuhi penyiksaan fisik dan psikologis. Berdasarkan dokumen pengadilan, ibu angkatnya kerap memukulinya dengan ikat pinggang, tongkat, bahkan setrika panas. Ia juga sering dikurung di lemari gelap selama berhari-hari.

Baca juga: Bagaimana Revolusi Meiji Membangkitkan Jepang dari Reruntuhan Feodalisme?

Hukuman ini diberikan atas alasan “perilaku buruk”, padahal sesungguhnya hanya bentuk rasa ingin tahu anak kecil. Para ahli kemudian menduga Kallinger telah menunjukkan tanda-tanda awal skizofrenia sejak usia dini.

Saat masih anak-anak, Kallinger mulai mendengar suara-suara yang menyuruhnya menyakiti orang lain. Dalam beberapa kesempatan, ia mengancam anak-anak lain dengan pisau. Awalnya ia merasa bersalah, namun perasaan itu perlahan berubah menjadi sensasi kekuasaan yang justru memberinya kepuasan.

Memasuki masa remaja, hidup Kallinger tampak normal. Ia putus sekolah pada usia 15 tahun dan menjadi tukang sepatu magang. Ia cukup berbakat dan akhirnya membuka usaha reparasi sepatu sendiri. Ia menikah, memiliki anak, dan dari luar terlihat sebagai pria pekerja keras dan ayah dari tujuh anak. Namun di balik kehidupan yang tampak stabil, kondisi mentalnya terus memburuk.

Baca juga: Warung Gaib Alas Roban: Muncul Tengah Malam, Menghilang Saat Siang

Kallinger mengaku kembali mendengar suara yang ia yakini sebagai "Tuhan". Suara tersebut memerintahkannya membakar rumahnya sendiri demi uang asuransi dan menerapkan disiplin keras pada anak-anaknya agar terhindar dari dosa. Ironisnya, ia melakukan kekerasan yang sama seperti yang pernah ia alami semasa kecil. Meski pekerja sosial beberapa kali turun tangan, sistem hukum gagal melindungi anak-anaknya.

Pada 1957, Kallinger sempat didiagnosis menderita skizofrenia paranoid, namun hanya dirawat singkat dan dibebaskan tanpa pengawasan ketat. Delusinya semakin parah. Ia menulis manifesto keagamaan dan menyebut dirinya sebagai nabi terpilih.

Pada awal 1970 an, Kallinger melibatkan putranya yang masih berusia 12 tahun, Michael, untuk merampok rumah-rumah warga. Menurut pengakuannya, Tuhan memberinya misi lebih besar yaitu, membunuh manusia agar ia bisa menjadi Tuhan. Pada 1974, mereka mengklaim korban pertama, Jose Collazo, yang disiksa secara brutal.

Baca juga: 5 Arti Mimpi Ibu Meninggal Menurut Primbon Jawa, Pertanda Apa?

Puncak kekejamannya terjadi ketika Kallinger membunuh putranya sendiri, Tommy, demi klaim asuransi jiwa. Tak lama kemudian, ia dan Michael melakukan serangan brutal di New Jersey yang menewaskan Maria Fasching.

Pelarian mereka berakhir pada Januari 1975. Michael dianggap masih bisa diselamatkan dan mendapat hukuman ringan. Sementara itu, Joseph Kallinger dijatuhi beberapa hukuman penjara seumur hidup. Di balik jeruji, kekerasannya terus berlanjut hingga akhirnya ia meninggal pada 26 Maret 1996 akibat tersedak muntahannya sendiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Murderpedia.org

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Joseph Kallinger, Serial Killer dengan Delusi Religius yang Membunuh Anaknya Sendiri

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!