INDOZONE.ID - Ketika The Silence of the Lambs tayang pada 1991, sosok Jame “Buffalo Bill” Gumb langsung membuat penonton merinding.
Karakter yang begitu menakutkan ini terasa nyata, karena Thomas Harris, penulis novel yang menjadi dasar film, menciptakan Buffalo Bill dengan mengambil inspirasi dari beberapa pembunuh paling terkenal di Amerika, salah satunya Ed Gein.
Ed Gein lahir sebagai anak bungsu dari dua bersaudara di Plainfield, Wisconsin. Masa kecilnya penuh tekanan. Ayahnya seorang pemabuk, sementara ibunya sangat dominan dan sering bersikap kasar.
Baca juga: Runtuhnya Dinasti Qing dalam Gelombang Nasionalisme yang Menyalakan Revolusi Cina 1911
Ia selalu diingatkan tentang “bahaya perempuan” dan dibatasi dalam bergaul. Meski demikian, Ed sangat memuja ibunya, hubungan yang membuat kakaknya, Henry, khawatir dan kerap menegur sang ibu. Kesepian dan tekanan masa kecil ini kemudian diyakini turut membentuk psikologi Ed Gein yang kompleks.
Nama Ed Gein mencuat pada 1957, ketika Bernice Worden, pemilik toko perkakas, menghilang. Ia terakhir terlihat bersama Ed, dan ketika polisi menyelidiki rumahnya yang terpencil, mereka menemukan pemandangan mengerikan. Tubuh Bernice tergantung di gudang, ditembak, dimutilasi, dan kepalanya disimpan di dalam kotak.
Penyelidikan lebih jauh mengungkap hal-hal yang lebih mengerikan lagi. Ternyata Ed Gein merampok makam wanita dan mengumpulkan bagian tubuh mereka untuk dijadikan barang rumah tangga dan pakaian.
Ada kursi yang dibungkus kulit manusia, topeng dari wajah manusia, kotak berisi potongan tubuh.
Baca juga: Runtuhnya Dinasti Qing dalam Gelombang Nasionalisme yang Menyalakan Revolusi Cina 1911
Penemuan paling mengejutkan adalah “baju wanita” yang dibuat dari potongan tubuh manusia yang dia awetkan.
Kejahatan Ed Gein menjadi inspirasi langsung bagi karakter Buffalo Bill. Mirip dengan Gein, Buffalo Bill berusaha mengubah identitasnya melalui kulit manusia. Bedanya, Buffalo Bill memilih korban hidup alih-alih merampok makam.
Ide mengenakan kulit orang lain sebagai simbol perubahan identitas ini jelas terinspirasi dari tindakan Gein yang nyata dan mengerikan.
Baca juga: Jepang Menggila, Mengapa Ekspansi ke Asia Tenggara Begitu Cepat dan Tak Terbendung?
Ed Gein mengaku membunuh dua wanita yang dianggap mirip ibunya, namun mengaku tidak bersalah karena alasan gila. Ia didiagnosis menderita skizofrenia dan pada 1957 dianggap tidak layak diadili.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britannica.com, Aetv.com