Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 13 DESEMBER 2025 • 11:05 WIB

Jepang Menggila, Mengapa Ekspansi ke Asia Tenggara Begitu Cepat dan Tak Terbendung?

Jepang Menggila, Mengapa Ekspansi ke Asia Tenggara Begitu Cepat dan Tak Terbendung?Tentara Jepang di Masa Pendudukan Jepang 1942-1945 menuju Kemerdekaan Indonesia. (indonesia-investments.com)

INDOZONE.ID - Kekaisaran Jepang telah menjadi salah satu kekuatan utama di Asia Timur, Pasca-Restorasi Meiji yang mengubah cara pandang mereka menjadi lebih terbuka. 

Setelah kemenangan Jepang pada Perang Sino-Jepang Pertama (1894-1895) dan Perang Russo-Jepang (1904-1905), Jepang mulai mengalami krisis ekonomi akibat Depresi Besar dan ketergantungan pada impor sumber daya seperti minyak bumi, karet, timah, dan beras. 

Perang melawan China sejak 1937 (Perang Sino-Jepang Kedua) semakin menguras cadangan mereka, sementara embargo minyak dari Amerika Serikat pada 1941 memaksa Jepang untuk bertindak cepat. 

Hal ini menyebabkan Jepang mulai “melirik” koloni-koloni Eropa di Asia Tenggara yang dikenal kaya sumber daya, seperti minyak bumi dan komoditas lain.

Baca juga: Sun Yat Sen, Menukar Stetoskop dengan Pena Gagasan Pergerakan demi Revolusi Xinhai 1911

Strategi “Manjur” Ala Jepang

Ekspansi Jepang begitu cepat karena strategi blitzkrieg yang disesuaikan dengan medan Asia Tenggara. 

Pasukan Jepang, di bawah komando Jenderal Tomoyuki Yamashita, menggunakan taktik infiltrasi melalui hutan dan pantai, sering kali dengan sepeda untuk mobilitas tinggi, dikenal sebagai "bicycle blitzkrieg". 

Di Malaya, misalnya, Jepang mendarat di pantai utara pada 8 Desember 1941 dan maju 1.000 km ke selatan dalam 70 hari, menaklukkan Singapura pada 15 Februari 1942. 

Benteng Singapura, yang dianggap tak tertembus oleh Inggris, jatuh karena pertahanan mereka menghadap laut selatan, sementara Jepang menyerang dari darat utara. 

Ini menunjukkan kegagalan intelijen dan persiapan Sekutu. Di Filipina, Jepang merebut Manila pada Januari 1942 setelah serangan udara masif, memaksa pasukan AS-Filipina mundur ke Bataan dan Corregidor. 

Baca juga: Bubur Jagung yang Menyelamatkan Jutaan Orang Ketika Revolusi Xinhai

Di Hindia Belanda, armada Jepang menghancurkan pasukan Belanda dalam Pertempuran Laut Jawa pada Februari 1942, merebut Jawa dan Sumatra dalam hitungan minggu. 

Burma jatuh pada Maret 1942, memutus jalur pasokan Sekutu ke China. 

Kecepatan ini didukung oleh superioritas udara Jepang awal, dengan pesawat seperti Zero yang mendominasi langit, serta koordinasi antara angkatan darat, laut, dan udara yang efisien.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Historical Journal, Historyhit.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Jepang Menggila, Mengapa Ekspansi ke Asia Tenggara Begitu Cepat dan Tak Terbendung?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!