Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 13 DESEMBER 2025 • 14:05 WIB

Runtuhnya Dinasti Qing dalam Gelombang Nasionalisme yang Menyalakan Revolusi Cina 1911

Runtuhnya Dinasti Qing dalam Gelombang Nasionalisme yang Menyalakan Revolusi Cina 1911Lukisan Perang Candu yang meruntuhkan Dinasti Qing China. (Wikimedia Commons)

INDOZONE.ID - Kondisi Tiongkok pada awal Abad ke-20 berada di titik paling rapuh hingga memicu gelombang nasionalisme, dan berujung pada pecahnya Revolusi Xinhai yang mengakhiri kekaisaran. 

Akibatnya kombinasi korupsi internal, lemahnya militer dan ketidakmampuan membendung dominasi asing yang dimulai sejak Perang Candu. 

Perjanjian-perjanjian tidak adil yang memaksa Cina menyerahkan wilayah, termasuk Hong Kong, serta memberikan hak istimewa kepada bangsa asing, membuat rakyat merasa terhina di tanah mereka sendiri. 

Kondisi ini membuat masyarakat Cina mulai mempertanyakan kemampuan Dinasti Qing dalam menjaga kedaulatan negara serta masa depan bangsanya. 

Rasa frustrasi dan ketidakpuasan ini menjadi benih awal tumbuhnya semangat nasionalisme.

Baca juga: Jepang Menggila, Mengapa Ekspansi ke Asia Tenggara Begitu Cepat dan Tak Terbendung?

Kekalahan Cina dari Jepang dalam Perang Cina Jepang 1894 semakin memperbesar luka dan rasa malu nasional. 

Jika sebelumnya Barat dianggap sebagai musuh utama, kini kekalahan dari negeri Asia Timur yang jauh lebih kecil memberikan pukulan moral yang besar bagi rakyat Cina. 

Semua ini menciptakan kesadaran baru bahwa sistem pemerintahan Qing yang feodal tidak mampu lagi mengimbangi perubahan zaman. 

Di tengah krisis ini, kaum intelektual, pelajar, dan aktivis mulai menyerukan perlunya pembaruan menyeluruh. 

Mereka menganggap bahwa untuk memulihkan kekuatan negara, Cina harus melepaskan diri dari tradisi lama yang menghambat perkembangan sains, teknologi, dan politik modern. 

Baca juga: Sun Yat Sen, Menukar Stetoskop dengan Pena Gagasan Pergerakan demi Revolusi Xinhai 1911

Ide-ide Barat seperti demokrasi, nasionalisme, dan modernisasi mulai masuk dan menjadi bahan diskusi di berbagai sekolah serta perkumpulan rahasia.

Dalam suasana yang penuh kegelisahan tersebut, muncul tokoh penting bernama Sun Yat-sen. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Historyisnowmagazine.com, Tandfonline.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Runtuhnya Dinasti Qing dalam Gelombang Nasionalisme yang Menyalakan Revolusi Cina 1911

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!