Suami rela bayar apartemen tempat istrinya dibunuh selama 26 tahun. (Instagram/@pikology)
INDOZONE.ID - Sebuah apartemen lantai dua dibiarkan kosong begitu saja namun sewanya terus dibayar selama 26 tahun oleh Satoru Takaba. Kisah ini terjadi di Nagoya, Jepang.
Apartemen itu ternyata merupakan tempat kejadian pembunuhan (TKP) istrinya, Namiko, pada tahun 1999, yang sengaja dijaga agar jejak kasus tidak hilang sambil menunggu kemajuan teknologi.
Pada 13 November 1999, Namiko saat berusia 32 tahun berada di rumah bersama putranya yang berusia 2 tahun.
Baca juga: Joseph Kallinger, Serial Killer dengan Delusi Religius yang Membunuh Anaknya Sendiri
Sekitar pukul 13.00 siang, ia kedatangan tamu, lalu kemudian tetangga medengar benturan keras dan suara langkah kaki melarikan diri dari kediaman Namiko.
Hasil penyelidikan dari pihak kepolisian menemukan sejumlah petunjuk yakni darah pelaku golongan B yang berbeda dari korban dan suami, polisi menjelaskan bahwa ini kejahatan personal, bahkan perampokan.
Namun sayangnya, keterbatasan teknologi DNA pada saat itu membuat kasus membeku sebagai cold case.
Baca juga: Sekilas Ted Bundy: Sosok Pembunuh Berantai Berwajah Ramah yang Suka Kembali ke TKP
Meskipun harus pindah lantaran trauma, Satoru menolak untuk melepaskan apartemen itu. Selama 26 tahun, ia rela membayar sewa bulanan demi menjaga TKP tetap utuh sebagai "kapsul waktu".
Pada tahun 2025, kemajuan forensik genetik mengungkap pelaku pembunuhan Namiko: Kumiko Yasufuku, mantan teman SMA Satoru Takaba. Motifnya adalah cinta sepihak dan obsesi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram @pikology