INDOZONE.ID - Epstein Files kembali mencuat ke permukaan setelah Departemen Kehakiman AS merilis dokumen terbaru terkait kasus Jeffrey Epstein.
Dokumen kasus Jeffrey Epstein ini menjadi sorotan karena mengungkap dugaan perdagangan anak dan praktik seksual ilegal, serta menyertakan nama beberapa tokoh besar, termasuk tokoh politik seperti Donald Trump.
Baca juga: Cerita Konspirasi Kematian Sutradara Kubrick Diduga karena Filmnya yang Singgung Epstein Files
Epstein Files adalah kumpulan dokumen resmi yang dibuka secara publik oleh U.S. Department of Justice (DOJ). Total arsip ini memuat sekitar 3 juta file yang berisi catatan, foto, email, dan bukti lain terkait kasus Epstein.
Dokumen-dokumen ini dirilis untuk memberikan transparansi kepada publik sesuai Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein (H.R. 4405).
Baca juga: Mengenal Eipstein Files: Dokumen Berisi Bukti Terkait Perdagangan Anak, Benarkah Trump Terlibat?
Perlu dicatat, sebagian isi dokumen ini menampilkan deskripsi kekerasan seksual dan kondisi rumah Epstein, sehingga tidak semua konten mungkin sesuai untuk semua pembaca.
Beberapa foto juga telah disensor oleh Departemen Kehakiman untuk alasan tertentu. Berikut adalah langkah-langkah untuk mengunduh Epstein Files secara resmi:
Dokumen ini juga menampilkan foto-foto yang dirilis DOJ, termasuk gambar kondisi rumah Epstein dan beberapa materi yang terkait dengan dugaan perdagangan anak. Beberapa foto telah disensor demi kepatuhan hukum dan keamanan publik.
Dengan panduan ini, publik dapat mengakses Epstein Files secara resmi dan mempelajari isi dokumen tanpa harus melalui sumber yang tidak terverifikasi.
Baca juga: 6 Pembunuh Berantai dengan Zodiak Aquarius, Ada yang Wanita Asal Jepang
Laman DOJ akan diperbarui jika ada dokumen tambahan yang dirilis, sehingga akses terhadap arsip ini dapat terus diikuti.
Sebagai catatatn, karena sebagian dokumen memuat konten sensitif, disarankan untuk berhati-hati saat mengakses arsip ini, terutama bagi pembaca yang mungkin terpengaruh secara emosional oleh konten kekerasan seksual.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Justice.gov