INDOZONE.ID - Hermann Goering, merupakan pentolan Nazi dan tangan kanan Hitler. Dia lolos dari hukuman gantung dengan cara bunuh diri memakai sianida.
Pertanyaannya, bagaimana racun itu bisa sampai ke selnya?
Ada sebuah pengakuan dari seorang sipir yang mengklaim dirinya terkena tipu daya oleh seorang perempuan, yang ternyata anak buah Goering. Ada pula teori lain, yang menyebut seorang penjaga sembrono hingga memberikan barang pribadi sang pentolan Nazi.
Hermann Goering seharusnya mengakhiri hidupnya di tiang gantungan. Namun pada malam sebelum eksekusi, tokoh Nazi paling berpengaruh kedua setelah Hitler itu justru meninggal di selnya.
Ia bunuh diri dengan menggigit kapsul sianida.
Hermann Goering dijatuhi hukuman mati pada Oktober 1946 atas kejahatan perang. Di ruang sidang Nuremberg, ia tampil menantang, vokal, dan sangat percaya dirinya lolos dari tiang gantungan.
Sebagai mantan kepala Luftwaffe (Kepala Angkata Udara Nazi) dan pewaris politik Hitler, Goering menolak mati dengan cara digantung.
Pada 15 Oktober 1946, penjaga melihat Goering memasukkan sesuatu ke mulutnya. Tak lama kemudian, ia tersedak dan jatuh. Saat petugas medis datang, nyawanya sudah tak tertolong.
Pecahan kaca dan jejak sianida ditemukan di mulutnya.
Goering meninggalkan catatan yang ditujukan kepada otoritas Sekutu.
“Saya tidak akan mempermudah eksekusi Reichsmarschall Jerman dengan cara digantung! Demi Jerman, saya tidak dapat mengizinkan hal ini,” tulisnya dikutip dari The Guardian.
Ia juga menulis bahwa dirinya memilih mati “seperti Hannibal”, tokoh legendaris yang bunuh diri demi kehormatan.
Pengakuan Penjaga Penjara AS
Puluhan tahun kemudian, misteri ini sedikit terpecahkan.
Herbert Lee Stivers, mantan penjaga penjara AS di Nuremberg, mengaku tanpa sadar telah membantu Hermann Goering mendapatkan sianida.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian, United States Holocaust Memorial Museum