Foto Jeffrey Epstein (Beberapa dokumen yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS)
INDOZONE.ID - Rilis terbaru Epstein Files kembali mengungkap sisi gelap jaringan Jeffrey Epstein, pemodal dan terpidana kejahatan seksual yang meninggal pada 2019.
Dokumen yang mencakup sekitar tiga juta file ini memberikan detail baru tentang interaksi Epstein dengan tokoh-tokoh kaya dan berpengaruh, serta investigasi federal yang dilakukan atas kejahatannya.
Baca juga: Eipstein File : Kronologi, Isi, dan Kontroversi Dokumen yang Mengguncang Dunia
Kurang dari dua minggu sebelum kematiannya, pengacara Epstein sempat bertemu jaksa federal Manhattan untuk membahas kemungkinan kerja sama.
Melansir dari laman The Guardian, dokumen FBI berjudul “Ringkasan & Garis Waktu Investigasi Epstein” mencatat bahwa pertemuan ini membahas potensi penyelesaian kasus dan bentuk kerja sama terdakwa.
Namun, memo lain yang berjudul “Pemberitahuan Kasus Penting Jeffrey Epstein” menunjukkan bahwa penasihat hukum Epstein tidak mengajukan proposal spesifik.
Jaksa disarankan untuk menghubungi SDNY jika Epstein bersedia menerima tanggung jawab atau memiliki rencana penyelesaian khusus.
Baca juga: Mengenal Eipstein Files: Dokumen Berisi Bukti Terkait Perdagangan Anak, Benarkah Trump Terlibat?
Salah satu dokumen terbaru memuat informasi yang diterima FBI terkait Donald Trump dan Eipstein, meski sebagian klaim disebut tidak berdasar atau belum diverifikasi. Beberapa dokumen berisi tuduhan sensasional yang dikirim tepat sebelum Pemilihan Presiden 2020.
Trump sendiri berulang kali membantah keterlibatannya dengan Epstein. Departemen Kehakiman menekankan bahwa beberapa dokumen dapat mencakup materi yang diserahkan secara tidak akurat, termasuk foto, dokumen, atau video palsu.
Dokumen terbaru mengungkap bahwa mantan Pangeran Andrew, Mountbatten-Windsor, tetap menjalin komunikasi dengan Epstein setelah ia dibebaskan dari tahanan rumah. Email menunjukkan Andrew mengundang Epstein ke Istana Buckingham dan menawarkan privasi selama kunjungan.
Baca juga: Cerita Konspirasi Kematian Sutradara Kubrick Diduga karena Filmnya yang Singgung Epstein Files
Beberapa bulan kemudian, keduanya difoto berjalan bersama di Central Park, New York. Dokumen juga mencatat bahwa Epstein menawarkan untuk mengatur pertemuan Pangeran Andrew dengan seorang wanita asal Rusia berusia 26 tahun. Beberapa foto bahkan menunjukkan Andrew berada di atas seorang wanita tak dikenal yang terbaring di lantai.
Dokumen ini juga menyebut beberapa tokoh dalam kancah teknologi, termasuk Elon Musk. Berdasarkan email yang dirilis, Musk tampaknya menanyakan rencana pesta di pulau pribadi Epstein pada 2012 dan kemungkinan kunjungan akhir tahun 2013.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Theguardian.com